INDORAYA – Pemerintah pusat menyalurkan bantuan pangan murah kepada 500 pengemudi ojek online (ojol) di Kota Semarang sebagai langkah antisipasi kenaikan inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Penyaluran bantuan dilakukan di Gudang Bulog Palebon, Kota Semarang, Jumat (19/12/2025).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Ia menegaskan, intervensi pemerintah ini bertujuan menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu kelompok pekerja sektor transportasi daring yang rentan terdampak kenaikan kebutuhan pokok di akhir tahun.
“Melalui bantuan ini, pemerintah ingin memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama bagi para pengemudi ojol yang memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi sehari-hari,” ujarnya.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, memastikan ketersediaan stok pangan di wilayah Jawa Tengah dalam kondisi sangat mencukupi. Saat ini, Bulog Jateng memiliki stok sekitar 344 ribu ton setara beras, dengan sekitar 340 ribu ton di antaranya merupakan cadangan beras pemerintah (CBP).
“Selain beras, kami juga memiliki stok minyak goreng hampir 800 ribu liter. Untuk komoditas lain seperti gula dan jagung, Bulog siap menyalurkan jika mendapat penugasan dari pemerintah,” kata Sri Muniati.
Ia menjelaskan, program bantuan pangan murah ini merupakan hasil kolaborasi Bulog dengan perusahaan aplikator transportasi daring, yakni Gojek dan Grab, yang diinisiasi oleh pemerintah pusat. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi sekaligus bentuk apresiasi terhadap pengemudi ojol.
Setiap paket bantuan senilai Rp145.000 berisi beras premium 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, dan tepung terigu 1 kilogram. Seluruh paket disalurkan secara gratis kepada penerima.
“Untuk Kota Semarang, bantuan diberikan kepada 500 driver ojol. Ini tidak hanya membantu kebutuhan pokok mereka, tetapi juga menjadi instrumen strategis menahan laju inflasi jelang Nataru,” jelasnya.
Selain bantuan kepada pengemudi ojol, Bulog bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta pemerintah kabupaten/kota terus menggencarkan berbagai intervensi pasar, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah.
Program tersebut melibatkan dinas terkait, TNI, Polri, serta jaringan pengecer mitra Bulog.
Pada periode Oktober–November 2025, Bulog telah menyalurkan bantuan pangan kepada sekitar 3 hingga 3,3 juta penerima di Jawa Tengah. Setiap penerima mendapatkan beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter untuk dua tahap alokasi.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memastikan stok pangan di Bulog maupun gudang pangan di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dalam kondisi aman menjelang Natal dan Tahun Baru.
“Stok aman dan tidak ada masalah. Bantuan kepada teman-teman ojol ini penting agar mereka mendapatkan pasokan pangan yang cukup, sehingga bisa bekerja dengan aman dan nyaman, sekaligus membantu pengendalian inflasi,” katanya.
Sementara itu, salah satu pengemudi ojol penerima bantuan, Wiji Hariyati, mengaku bantuan tersebut sangat membantu di tengah tren kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Alhamdulillah sangat membantu, apalagi menjelang akhir tahun harga-harga naik. Bisa dapat beras, gula, minyak, dan tepung dari Bulog,” ungkapnya.


