Ad imageAd image

Anies Komentari Ketua KPU yang Langgar Kode Etik: Becik Ketitik Ala Ketara

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 31 Views
2 Min Read
Anies Baswedan memberikan pernyataan pers usai saat meninjau pusat UMKM Kota Semarang, Cik Meme, Senin (5/2/2024). (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Ketua KPU RI Hasyim Asyari dinyatakan melanggar kode etik dan mendapat sanksi peringatan keras dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait proses pendaftaran Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden.

Selain Hasyim, anggota KPU RI lainnya yakni Yulianto Sudrajat, August Mellaz, Betty Epsilon Idroos, Parsadaan Harahap, Idham Holik, dan M Afifuddin, juga dijatuhi sanksi peringatan dari DKPP.

Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, memberikan komentar atas persoalan ini. Anies menyebut dalam peribahasa Jawa bahwa becik ketitik ala ketara. Atau yang artinya tindakan baik akan kelihatan, tindakan buruk juga akan kelihatan.

BACA JUGA:   Survei Indopol: Prabowo Unggul Head to Head dari Ganjar dan Anies

“Prinsip yang kita semua sadari sejak lama, becik ketitik ala ketara, leres mboten? Semua yang sifatnya baik nanti akan terlihat, oleh semua yang sifatnya buruk nanti akan terlihat,” katanya saat meninjau pusat UMKM Kota Semarang, Cik Meme, Senin (5/2/2024).

Anies menegaskan bahwa persoalan etika jangan dianggap remeh. Mantan Rektor Universitas Paramadima itu mengapresiasi keputusan DKPP yang berani memvonis bahwa jajaran KPU telah melanggar etika.

“Kami berulang kali menyampaikan pentingnya menjaga etika dan jangan dianggap enteng. Saya menyampaikan apresiasi kepada DKPP yang berani mengungkap yang senyatanya,” kata dia.

BACA JUGA:   Hasil Survei Elektabilitas Capres Oleh Poligov: Ganjar Pranowo Tertinggi

“Ini sekaligus sebagai pengingat, ini adalah alarm. Sembilan hari lagi pemilu jangan sampai nanti di hari pemilu dan sesudah hari pemilu muncul masalah-masalah seperti ini,” imbuh Anies.

Menurutnya, pelanggaran apapun tidak akan bisa disembunyikan lagi. Dia percaya bahwa peribahasa Jawa itu benar. Bahwa apa yang baik akan tampak dan apa yang buruk juga akan terungkap.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap agar peristiwa semacam ini menjadi peringatan bagi semua agar tidak terjadi lagi hal serupa. Apalagi saat ini sejumlah kampus mulai menyuarakan tentang demokrasi yang dilucuti.

BACA JUGA:   Ketua DKPP Sebut Pelanggaran Kode Etik KPU Tak Pengaruhi Pencalonan Gibran

“Jadi itu peringatan bagi semua jangan sampai ada pelanggaran. Lalu kampus-kampus sudah menyuarakan tentang dilucutinya demokrasi, direndahkannya etika, sudah saatnya kita sejenak mengoreksi apa yang sedang terjadi,” ungkap Anies.

Share this Article
Leave a comment