Ad imageAd image

Angkat Bicara soal Kecelakaan di Tol Pemalang, Pihak Shantika Klaim Busnya Prima dan Sopir Sehat

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 728 Views
4 Min Read
Kondisi bus Shantika yang mengalami Kecelakaan di tol Pemalang, Minggu (21/1/2024) siang. (Foto: Basarnas Semarang)

INDORAYA – Manajemen PO Shantika angkat bicara atas terjadinya insiden bus Shantika bernomor polisi K 1736 CB yang alami kecelakaan tunggal, terjun dari ruas tol Pemalang, tepatnya di KM 320+800 Jalur A, Desa Ampelgading, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah (Jateng) pada Minggu (21/1/2024).

Akibat kecelakaan tersebut, dua orang penumpang meninggal dunia dan 18 lainnya termasuk sopir dan kernet alami luka berat dan luka ringan.

Manajer Operasional PO Shantika Hartotok Priyo Wiyono mengklaim armadanya yang mengalami kecelakaan tersebut dalam kondisi prima atau layak untuk jalan.

Ditanya soal dugaan kecelakaan bus Shantika di Tol Pemalang itu disebabkan karena sopir mengantuk, dia menampik terkait penyebab kecelakaan ini.

Dia menyatakan sopirnya saat mengemudi bawa penumpang menggunakan armada itu dalam kondisi fit dan baik. Pasalnya saat itu, sopir baru saja menyelesaikan makan siang dan sudah beganti sif.

BACA JUGA:   Total Pungutan Liar Berkedok Infak di SMKN 1 Sale Rembang Capai Rp 130 Juta

“Bus dari Jakarta ke Jepara dalam keadaan baik, tidak ada kendala. Kondisi crew sehat dan tidak ada kendala, terutama sopir baru saja pergantian di Brebes istirahat makan,” tegas Priyo saat dihubungi Indoraya melalui WhatsApp, Senin (22/1/2024).

Bahkan, Priyo Wiyono menyatakan armada bus di perusahaannya itu telah dilakukan inspeksi keselamatan (ramp check) dan memastikan perawatan secara berkala terhadap seluruh unit armada.

“Perawatan berkala sudah dilakukan,” ucapnya.

Terkait penyebab pasti kecelakaan bus Shantika di Tol Pemalang, pihaknya masih menunggu informasi dari sang sopir.

“Penyebab secara pasti, belum tahu. Karena, sopir hingga saat ini belum bisa memberikan keterangan,” imbuhnya.

Sementara ini, pihak manajemen sedang melakukan identifikasi korban bersama Jasa Raharja untuk upaya tanggung jawab dari kejadian ini.

BACA JUGA:   PWNU Jateng Bantah Ada Arahan Khusus Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran

“Tindakan saat ini, kami mengidentifikasi korban bersama Jasa Raharja. Dan membawa ke rumah sakit, baru mengevakuasi bus dengan koordinasi dengan Jasa Marga setempat,” jelas Priyo.

Priyo menegaskan, pihaknya akan melakukan evaluasi serta pembinaan untuk seluruh sopir demi menghindari insiden yang sama terjadi di kemudian hari.

“Evaluasi manajemen memberikan pembinaan dan brefieng ulang mengenai kewaspadaan di jalan raya. Dan memperhatikan faktor keselamatan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Bus New Shantika mengalami kecelakaan dan terjun bebas di ruas tol KM 320+800 Jalur A atau di Desa Ampelgading, Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah (Jateng) ditangani polisi. Polisi membenarkan kejadian tersebut.

Kabibhumas Polda Jateng, Kombes Pol Satake Bayu menyampaikan bus yang mengalami kecelakaan tunggal itu dengan nomor polisi K 1736 CB yang terjadi pada Minggu (21/1/2024), sekitar pukul 12.30 WIB.

BACA JUGA:   Mulai Besok, Polda Jateng Akan Terapkan One Way

Dia menjelaskan kejadian bermula ketika sang sopir New Shantika membawa 20 penumpang melaju dari Jakarta ke Semarang dengan kecepatan yang cukup tinggi. Sesampainya di lokasi kejadian, diduga sopir tak bisa mengendalikan laju kendaraanya sehingga menyebabkan hilang kendali.

Hal itu mengakibatkan bus New Shantika tersebut terjun dari atas jalan tol ke pemukiman warga. Akibatnya, dua orang meninggal dunia.

“Bus melaju dari arah barat ke timur. Sesampainya di lokasi kejadian pengemudi bus diduga tidak fokus saat mengemudikan kendaraaannya kemudian oleng ke kiri dan membentur goadril kemudian Bus PO Shantika terperosok di bawah underpas atau pedesaan,” terang Kombes Pol Satake kepada wartawan, Minggu petang.

Share this Article
Leave a comment