INDORAYA – Anggota DPD RI asal Jawa Tengah, Casytha Arriwi Kathmandu, mendorong penguatan pendidikan dan keterampilan kewurausahaan bagi generasi muda. Dua bidang ini juga yang masih menjadi fokus utama program kepemudaannya di tahun 2026 ini.
Menurutnya, pendidikan menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas generasi muda. Dengan akses pendidikan yang berkelanjutan, anak muda dinilai akan memiliki bekal yang lebih kuat sebelum terjun ke dunia kerja maupun sektor lainnya.
“Kalau sebagai anggota DPD RI, sebetulnya saya masih fokus di bidang pendidikan. Mendorong pemuda supaya tetap ada di jalur pendidikan, tidak putus sekolah, dan kita akseskan ke persiapan untuk melanjutkan pendidikannya,” ujar Casytha usai audiensi dengan pimpinan DPRD Jateng di Kota Semarang, Senin (19/1/2026).
Selain pendidikan, Casytha menyebut sektor olahraga juga tetap menjadi bagian dari program kepemudaannya. Salah satunya melalui kegiatan balap motor untuk menjaring potensi dan bakat anak muda.
“Di keolahragaan itu masih akan berlanjut. Biasanya kita balap motor untuk menjaring anak-anak muda yang punya bakat di bidang itu, dan itu tetap akan kita adakan,” ungkap dia.
Tak hanya itu, Casytha juga menyoroti pentingnya kewirausahaan bagi generasi muda. Ia menilai kemandirian ekonomi perlu terus didorong agar anak muda tidak hanya bergantung pada lapangan kerja formal.
“Yang terakhir terkait kewirausahaan. Ke depan, kita akan mendorong anak-anak muda supaya bisa mandiri secara ekonomi,” ucap Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jateng ini.
Casytha menjelaskan, audiensi dengan pimpinan DPRD Jawa Tengah dilakukan untuk memperkuat sinergi program kepemudaan, termasuk pendidikan, literasi politik, dan ekonomi kreatif.
“Dengan DPRD Provinsi Jawa Tengah, mereka support sekali untuk anak-anak muda. Makanya kami sering audiensi supaya bisa sinergi,” beber putri Ketua MPR RI, Bambang Pacul, tersebut.
Ia berharap kolaborasi lintas lembaga ini mampu menghadirkan program kepemudaan yang lebih terarah dan berdampak langsung bagi anak muda di Jawa Tengah.
“Bagaimana anak-anak muda melek pendidikan, melek politik, dan bisa berdiri secara ekonomi sendiri,” pungkas Casytha.


