Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Ancaman Gagal Panen di Jateng Meningkat, Heri Pudyatmoko Dorong Strategi Pertanian Adaptif
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Ancaman Gagal Panen di Jateng Meningkat, Heri Pudyatmoko Dorong Strategi Pertanian Adaptif

By Ainun Nafisah
Kamis, 05 Feb 2026
Share
4 Min Read
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko
SHARE

INDORAYA — Meningkatnya risiko gagal panen akibat kondisi cuaca ekstrem dan banjir di Jawa Tengah menjadi sorotan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko. Menurut Heri, fenomena ini menunjukkan perlunya penyesuaian strategi pertanian dan kebijakan daerah yang lebih responsif terhadap tantangan iklim dan risiko produksi.

Data dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa pada awal 2024 ribuan hektare lahan pertanian, terutama padi, mengalami genangan air akibat banjir di sejumlah kabupaten seperti Grobogan, Demak, Kudus, Jepara dan Pati. Luas sawah yang tergenang banjir mencapai ribuan hektare, dengan potensi gagal panen menjadi ancaman nyata bagi produktivitas komoditas pangan utama di wilayah utara Jateng.

Pun di tahun 2025 hingga awal tahun 2026, ancaman gagal panen masih membayangi petani akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Jateng. Sebagaimana prediksi BMKG dan pemerintah provinsi bahwa badai/hujan ekstrem diperkirakan masih akan terjadi, yang membuat beberapa kabupaten ternacam bencana banjir serta longsor akibat curah hujan menengah hingga tinggi

“Risiko gagal panen yang kita lihat bukan sekadar statistik. Ini nyata dirasakan di lapangan oleh petani di banyak wilayah. Banjir yang berkepanjangan menyulitkan proses tanam–panen dan berdampak pada keberlanjutan usaha tani,” kata Heri.

Ia menilai bahwa pola curah hujan yang tidak menentu dan kejadian banjir yang meluas menjadi dua faktor utama yang membuat kondisi pertanian semakin rentan. Banjir tidak hanya menyebabkan genangan pada awal masa tanam dan pertumbuhan, tetapi juga memicu gangguan hama dan penyakit tanaman yang sulit diantisipasi petani.

Pertanian di Kudus, Jawa Tengah mengalami gagal penan akibat cuaca ekstrem.

Dampak gagal panen telah terlihat sebelumnya. Pada musim kemarau panjang seperti yang terjadi akibat fenomena El Nino tahun 2023, sebanyak 40 hektare lahan pertanian (termasuk sawah) di Kota Semarang mengalami gagal panen atau puso karena kekeringan. Hal ini menyebabkan produktivitas lahan menurun dan kebutuhan pangan daerah harus dipenuhi dari luar wilayah.

Heri menilai bahwa persoalan ini membutuhkan pendekatan lintas sektor dan kebijakan yang tidak bersifat reaktif semata.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memperkuat program mitigasi risiko iklim dan memperluas akses adopsi teknologi pertanian adaptif iklim. Selain itu juga memantapkan dukungan terhadap infrastruktur pertanian yang dapat mengurangi dampak buruk cuaca ekstrem.

“Kita perlu memastikan bahwa strategi kita mencakup kesiagaan di hulu dan hilir proses produksi. Ada kebutuhan nyata untuk memperkuat sistem irigasi yang fleksibel, alat pertanian yang sesuai dengan perubahan iklim, serta akses modal bagi petani untuk menerapkan teknologi adaptif,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran penyuluhan pertanian dan lembaga pendukung lain untuk membantu petani memahami skenario risiko cuaca dan memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi ekstrem.

“Pertanian tidak lagi bisa dilihat sebagai aktivitas yang statis. Dengan perubahan cuaca yang makin sering terjadi, kita harus memperkuat ketahanan sistem pertanian kita—bukan hanya produksi untuk satu musim, tapi jangka panjang,” tambah Heri.

“Ini tantangan bersama. Kalau kita tidak bergerak sekarang, risiko gagal panen tidak hanya akan berdampak pada petani, tetapi juga pada stabilitas harga pangan dan ketahanan sosial masyarakat,” pungkas Heri.

TAGGED:cuaca ekstremGagal Panen JatengHeri PudyatmokoPertanian Jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Pemprov Jateng Dorong Mahasiswa Lahirkan Gagasan Atasi Persoalan Masyarakat Selasa, 10 Feb 2026
  • Pasar Imlek Semawis 2026 Kembali Hadir, Simbol Harmoni Budaya dan Toleransi Warga Semarang Selasa, 10 Feb 2026
  • Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati Selasa, 10 Feb 2026
  • Hotman Paris Ungkap Fakta Sidang Sritex: Seluruh Kredit Lunas, Negara Tak Rugi Senin, 09 Feb 2026
  • Langgar Keselamatan, Pikap Angkut Penumpang Dihentikan PJR di Tol Pejagan–Pemalang Senin, 09 Feb 2026
  • Sambut Ramadan 2026, Nusatu by ARTOTEL Hadirkan Paket Buka Puasa 8 Bayar 7 Senin, 09 Feb 2026
  • Dokumen Ungkap Obsesi Jeffrey Epstein pada Rekayasa Genetika dan Ide “Manusia Unggul” Senin, 09 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Pemprov Jateng Dorong Mahasiswa Lahirkan Gagasan Atasi Persoalan Masyarakat

Selasa, 10 Feb 2026
Jateng

Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati

Selasa, 10 Feb 2026
Jateng

Pemprov Jateng Bakal Revitalisasi Museum, dari Gudang Artefak Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Senin, 09 Feb 2026
Jateng

Februari Puncak Musim Hujan, Warga Jateng Diminta Waspada Bencana Hidrometereologi

Senin, 09 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?