Beberapa tanda speech delay bisa dilihat ketika mereka masuk usia 15 bulan. Beberapa ciri-cirinya adalah tidak mengoceh saat masuk 15 bulan, tidak melontarkan kata yang jelas ketika usianya 2 tahun, tidak bisa menuturkan kalimat pendek saat 3 tahun, sulit mengikuti petunjuk, artikulasinya tidak jelas, dan sukar menyatukan kata-kata dalam suatu kalimat.
Mengutip dari HaiBunda, pertama-tama orang tua perlu menjabarkan karakteristik serta kebutuhan belajar si buah hati. Selain itu, orang tua juga perlu memahami kekuatan anak mereka.
Menurut Muthia, tahap ini dapat dilakukan setelah orang tua memahami karakteristik dan kebutuhan anak. Hal yang bisa digali adalah apakah satuan pendidikan yang dituju sesuai dengan kebutuhan serta kesiapan si anak
3. Melakukan Cek Pola Pengajaran dan Karakter Gurunya
Mengetahui pola pengajaran dan karakter pengajar untuk memahami inklusivitas di suatu sekolah.
“Di poin ketiga, orang tua dapat mengenali lebih dalam bagaimana komponen sekolah yang dipilih dapat dilihat bagaimana sistem pengajarannya, SDM (tenaga pengajarnya),” kata Muthia.
Menurutnya pada pendidikan tingkat dasar (lower level), yaitu TK dan SD, ada pendekatan multisensori. Pendekatan tersebut menghubungkan seluruh indra anak, sehingga aspek sensori lain pada dirinya ikut berkembang.




