Ad imageAd image

Anak Pasutri Tunanetra Semarang yang Ditolak SMA Negeri Akhirnya Bisa Sekolah Gratis

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 6 Views
3 Min Read
Wakil Ketua III PPDB Disdikbud Jawa Tengah, Sunarto. (Foto: Dok. Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Vita Azahra (15), anak perempuan dari pasangan suami istri (pasutri) penyandang disabilitas tunanetra di Kota Semarang yang ditolak mendaftar PPDB SMA negeri lewat jalur afirmasi, kini akhirnya mendapat beasiswa untuk bisa sekolah di SMA swasta.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah (Jateng) akan memberikan beasiswa secara penuh atau sekolah gratis bagi Vita Azahra di SMA Mardisiswa. Disdikbud Jateng juga sudah mendaftarkan gadis yang kedua orang tuanya bekerja sebagai tukang pijat tersebut.

Wakil Ketua III PPDB Disdikbud Jateng 2024, Sunarto berkata, beasiswa bagi Vita Azahra diberikan sebagai tanggung jawab karena tidak bisa mendaftar PPDB lewat jalur afirmasi. Hal ini karena keluarga Vita masuk kategori P4 dalam Data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

“Sudah kira daftarkan di SMA swasta Mardisiswa. Semua biaya sekolah dari Disdikbud Jateng,” katanya saat dihubungi wartawan, Senin (8/7/2024)

Sunarto mengungkapkan, alasan Vita Azahra dimasukkan di SMA Mardisiswa yaitu agar calon siswa itu mendapatkan sekolah sebelum tahun ajaran baru dimulai. Vita tak Bisa sekolah di SMA negeri karena pendaftaran PPDB telah berakhir.

“PPDB SMAN/SMKN masih dalam tahap daftar ulang, sementara CPD (calon peserta didik) yang bersangkutan harus segera  mendapat tempat sekolah,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Khusus Disdikbud Jateng tersebut.

Oleh karena itu, meski Disdikbud Jateng tak bisa memfasilitasi di SMA negeri, dia berharap Vita tidak patah semangat dalam belajar dan mencari ilmu agar cita-citanya bisa terwujud.

“Semoga CPD yang bersangkutan bisa terus mempersiapkan diri untuk masa depannya, untuk mengangkat harkat martabat keluarganya, melalui belajar dan berkegiatan positif untuk pengembangan dirinya,” ucap Sunarto.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno, menilai Vita Azahra tidak bisa mendaftar SMA negeri karena ada masalah di DTKS. Menurutnya data di DTKS terkait status keluarga Vita tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Itu bukan dari sisi PPDB yang bermasalah, tetapi dari DTKS yang tidak sesuai. Kami sudah menyampaikan ke teman-teman dan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk perbaikan data,” ujarnya, Senin (8/7/2024).

Terkait hal ini, pihaknya akan melakukan perbaikan data. Menurutnya, masalah perbaikan data menjadi hal yang urgen karena menentukan status sosial keluarga. Apalagi, basis data itu digunakan untuk penanganan kemiskinan ekstrem agar lebih tepat sasaran.

“Masalah perbaikan data ini memang kami tunggu-tunggu juga, kemarin dari BPS melakukan pemantauan sosial ekonomi, makanya itu menjadi basis data untuk penanganan kemiskinan agar lebih presisi,” ungkap Sumarno.

Share This Article