Ad imageAd image

Anak Pasutri Tunanetra Semarang Ditolak SMA Negeri, Disdikbud Jateng Carikan Sekolah

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 4 Views
3 Min Read
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus Disdikbud Jawa Tengah, Sunarto. (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah (Jateng) merespon adanya seorang anak perempuan dari pasangan suami istri (pasutri) penyandang disabilitas yang tidak bisa mendaftar PPDB SMA negeri lewat jalur afirmasi.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus Disdikbud Jateng, Sunarto, datang langsung ke rumah keluarga Vita Azahra (15), di Jalan Gondang Raya 17, RT 3 RW 1, Kelurahan Tembalang, Kota Semarang, Kamis (4/7/2024).

Di sana dia berdialog langsung dengan Vita serta kedua orang tuanya, Warsito (39) dan Uminiya (42), pasutri disabilitas tunanetra yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang pijat. Sunarto juga mendengarkan masalah yang dialami Vita.

Diketahui Vita tidak bisa masuk ke sistem PPDB SMA negeri karena keluarganya tergolong miskin kategori P4 (rentan miskin). Adapun yang bisa masuk jalur afirmasi yaitu P1 (miskin ekstrem), P2 (sangat miskin), dan P3 (rentan miskin).

Sunarto mengatakan, soal status keluarga Vita dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dia sudah membicarakan masalah ini dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

“Status DTKS kewenangan dari Dinsos, kami sudah koordinasi sehingga yang dilakukan tahap awal itu validasi status DTKS dari Dinsos,” ujarnya, Kamis (5/7/2024)

Lebih lanjut pihaknya berupaya mencarikan solusi atas permasalahan yang dihadapi Vita. Disdikbud Jateng mengupayakan agar calon peserta didik bisa tetap sekolah di SMA negeri di tahun ajaran 2024/2025.

“Setelah itu kami menyiapkan skema untuk solusi terhadap anak ini supaya besok pada tahun ajaran baru bisa tetap sekolah,” ungkap Sunarto.

Soal keinginan keluarga mendaftarkan anaknya di SMAN 9 ataupun SMAN 15 Semarang, ini akan dirapatkan dahulu di internal. Jika masih ada kursi kosong, Disdikbud Jateng akan mengupayakannya di antara dua sekolah tersebut.

“Terkait dengan sekolahnya nanti kami koordinasikan dulu, setiap perkembangan akan kami sampaikan kepada pimpinan. Mana yang paling mungkin, kalau memang memungkinkan di tempat itu dan masih ada tempat kosong ya kenapa tidak,” ucap Sunarto.

Tidak hanya mencarikan sekolah, pihaknya juga mengupayakan skema pembiayaan agar Vita dapat melanjutkan pendidikan di SMA negeri. Namun yang jelas proses pelaksanaan PPDB tetap berjalan.

“Proses PPDB biarlah berjalan, tapi tugas kami terkait calon peserta didik ini (Vita) nanti kami upayakan dapat sekolah, kalau ada kesulitan pembiayaan nanti kita akan carikan solusi,” tandas Sunarto.

Share This Article