Ad imageAd image

Alat Kampanye Bertebaran di Zona Terlarang, Bawaslu Semarang: Ditertibkan Tumbuh Lagi

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 795 Views
3 Min Read
Alat peraga kampanye yang bertebaran di sepanjang Flayover Kalibanteng, Kota Semarang. (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Memasuki masa kampanye Pemilu 2024, alat peraga kampanye (APK), mulai dari spanduk, baliho, dan bendera partai politik marak bertebaran di sejumlah zona terlarang di Kota Semarang.

Jajaran Bawaslu mengungkap sulitnya penertiban APK. Meskipun pengawas rutin dan intens melakukan penertiban, namun tak berselang lama APK kembali muncul di lokasi yang seharusnya bersih dari atribut kampanye.

Adapun salah satu lokasi terlarang yang banyak dijumpai atribut kampanye yaitu di sekitar Flayover atau jembatan layang Kalibanteng. Terpantau, sejumlah bendera parpol dan pasangan calon masih terikat pada jembatan tersebut.

Berdasarkan pantauan lokasi pada Senin (29/1/2024) pukul 17.00 WIB, terdapat puluhan bendera partai yang terpasang. Mulai dari Partai Demokrat, PKN, Partai Gerindra, PAN, dan lainnya.

BACA JUGA:   Protes Tower BTS Tak Berizin, Puluhan Warga Lamper Lor Geruduk Satpol PP

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman menduga, banyaknya APK yang terpasang di Flayover Kalibanteng itu karena pada hari sebelumnya ada acara kampanye akbar pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo-Gibran.

Kampanye akbar digelar di Simpang Lima Semarang, Minggu (27/1/2024). Menurut Arief, APK boleh dipasang di tempat terlarang khusus saat kampanye akbar, namun dengan syarat setelah acara harus dibersihkan.

Arif membeberkan jika permasalahan APK di Kota Semarang sangat sulit ditertibkan. Sebab meskipun Bawaslu sudah menertibkan, tak berselang lama atribut parpol kembali lagi terpasang.

BACA JUGA:   Usai Jadi Korban Banjir, Warga Genuksari Terhibur dengan Pagelaran Seni Panggung Budaya Rumah Kita

Lebih lanjut dia meminta kepada seluruh peserta Pemilu 2024 untuk memahami regulasi bahwa APK tidak bisa dipasang di sembarang atau seluruh tempat.

“Enggak ada habisnya. Kalau ditertibkan, tumbuh lagi. Maka kami selalu imbau peserta pemilu mohon pahami regulasi mana yang boleh dipasang mana yang enggak. Dan kalau punya hajat (acara) terus selesai, tanggung jawab, dilepas,” katanya saat dihubungi, Senin (29/1/2024).

Arif menegaskan bahwa sepanjang jalan Flyover Kalibanteng merupakan daerah yang dilarang untuk pemasangan APK.

“Flyover itu (Kalibanteng) baru yang enggak boleh. Terus ruas jalan raya, karena bisa mengganggu pengguna jalan,” tegasnya.

BACA JUGA:   PSIS Semarang Perpanjang Kontrak Septian David Maulana Hingga 2026

Soal puluhan bendera parpol di Flayover Kalibanteng, dia menyebut bahwa usai acara kampanye akbar Prabowo-Gibran, seharusnya lokasi itu sudah steril dari atribut apapun.

“Sebenarnya untuk kegiatan kampanye rapat umum, ketentuanya memang boleh memasang atribut bendera dan sebagainya. Tetapi secara lokasi, setelah selesai jadi lokasi dilarang,” ucap Arief.

Pada hari ini pihaknya juga melakukan penertiban terhadap sebanyak 1.000 APK di sejumlah lokasi. Namun untuk yang Flayover Kalibanteng, diagendakan pada hari lainnya.

“Jadi hari ini beberapa kita tertibkan. Contohnya tadi sepanjang Jalan Pandanaran, Simpang Lima sudah kita tertibkan,” terang Arief.

Share this Article
Leave a comment