Ad imageAd image

Alasan Walikota Pekalongan Tidak Menetapkan Tanggap Darurat Bencana Banjir Rob

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 104 Views
2 Min Read
ilustrasi banjir bandang (dok. pixabay)

INDORAYA – Meskipun Kota Pekalongan juga mengalami banjir rob akibat dari pasangnya air laut, tapi Walikota Pekalongan Ahmad Afzan Arslan Djunaid tidak menetapkan tanggap darurat bencana.

“Status kita belum menerapkan tanggap darurat, karena kriterianya untuk tanggap darurat itu belum masuk,” kata Ahmad Afzan, Rabu (25/5/2022).

“Kalau tiga hari belum masuk kriteria. Kalau tadi saya sudah komunikasi BMKG perkiraan siklus gelombang tinggi, bahwa hari ini rob yang paling besar, besok semakin surut, mudah-mudahan ini benar. Mudah-mudahanlah, perkiraan BMKG benar,” lanjutnya.

BACA JUGA:   Warga Wonogiri Dapat Bantuan Biaya Pesta Pernikahan 1.000 US Dollar Dari Puan

Terkait anggaran pemerintah untuk memenuhi kebutuhan korban bencana maupun warga yang mengungsi, Pemkot Pekalongan telah koordinasi dengan Korpri dan Baznas.

“Kalau belum dinyatakan tanggal darurat dari pemerintah, kita tidak bisa cairkan untuk dana bencana, tapi kita sudah kordinasi dengan Baznas, Korpri peduli semuanya siap membantu keperluan dari korban banjir dan pengungsi, seperti makanan, pakaian pantas pakai, minyak angin, untuk anak-anak, wanita dan lansia, karena pengungsian didominasi wanita, anak-anak dan lansia. Mudah-mudahan ini bisa teratasi,” jelasnya.

BACA JUGA:   Hengkang Dari Gerindra, Inilah Rekam Jejak M Taufik

Selain itu, pihaknya juga telah menyediakan logistik untuk keperluan pembuatan tanggul darurat. Ahmad Afzan mengaku telah meminta Dinas Pekerjaan Umum untuk langsung menangani tanggul yang sebelumnya jebol, agar dibangun tanggul permanen yang kokoh.

“Saya juga sudah komunikasi dengan DPU, setelah rob ini surut, untuk menambal tanggul lebih kuat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengakui adanya banjir rob yang terjadi sejak Senin sore berdampak di dua wilayah kecamatan, yakni di Kecamatan Pekalongan Utara dan Kecamatan Pekalongan Barat.

BACA JUGA:   Pertamina Jamin Pasokan BBM dan Elpiji di Jateng DIY Selama Mudik Lebaran Aman

“Di kota Pekalongan yang paling parah utara dan barat, barat pun sebetulnya kalau tidak ada tanggul jebol, hanya limpasan,” ujarnya.

Ia berharap banjir rob akan segera surut, untuk kemudian dilakukan penanganan secepatnya pascabanjir rob. Sementara itu, sejumlah petugas dan warga masih bergotong royong untuk menambal tanggul yang jebol dengan kantong pasir hingga malam ini.(FZ)

Share this Article