Ad imageAd image

Aktifkan Kembali Jogo Tonggo, Upaya Ganjar Redam Peningkatan Angka Covid-19 di Jateng

Kartika Ayu
By Kartika Ayu 100 Views
2 Min Read
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (dok. istimewa)

INDORAYA – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, kembali mengaktifkan dan memperketat program Jogo Tonggo untuk mengatasi percepatan kasus Covid-19. Ganjar juga mengungkapkan data kematian yang sedikit meningkat.

“Tak hanya angka kasus terkonfirmasi yang meningkat. Angka kematian di Jateng juga sedikit meningkat,” ucap Ganjar, Selasa (15/2/2022).

Sejak kasus Covid-19 meningkat pada Januari lalu, kasus di Jateng bertambah puluhan ribu pasien baru. Oleh sebab itu, Ganjar meminta kepala daerah kabupaten/kota untuk mengaktifkan kembali program Jogo Tonggo dan memperketat protokol kesehatan (prokes).

“Maka kemudian saya coba jelaskan kepada total konfirmasi hari ini naik di minggu ke 4 (2022). Jadi kalau kita lihat tahun 2022 minggu pertama, kedua, ketiga masih flat. Tetapi, minggu keempat terjadi kenaikan konfirmasi 19.277 orang,” ujarnya.

Jumlah kasus baru di Jateng sendiri mencapai 15.700 orang, kemudian kasus aktif ada 10.923 orang. Untuk kasus meninggal karena Covid-19 ada 20 orang pada minggu ke lima dan 76 orang pada minggu ke enam.

Orang nomor satu di Jateng ini juga memberikan pesan kepada setiap kabupaten/kota untuk kembali memperketat prokes. Selain itu, gerakan Jogo Tonggo harus digencarkan kembali. Hal itu salah satu langkah antisipasi penyebaran Covid-19 di Jateng.

Sementara pihaknya akan mencari solusi untuk menyelesaikan terkait persoalan kenaikan kasus Covid-19 di Jateg.

“Ada tren yang cukup meningkat dan kita musti melakukan kewaspadaan, maka hari ini kita coba evaluasi bareng-bareng,” katanya.

Di sisi lain, Ganjar mewanti-wanti kepada kepala daerah kabupaten/kota harus hati-hati dalam menanggapi kasus tersebut.

Bukan hanya itu, Ganjar menegaskan, adanya peningkatan kasus ini berimbas ke beberapa daerah yang mengalami perubahan Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Maka dari itu, setiap daerah diminta untuk meningkatkan vaksinasi, terutama Kota Tegal.

“Jadi sebenarnya dari peningkatannya ini kita mesti begitu hati-hati, dan dari beberapa kabupaten kota yang levelnya menjadi berubah. Maka kami mengingatkan langsung, khususnya Kota Tegal yang tiba-tiba naik tinggi. Syaratnya gencarkan vaksinasi,” ucapnya.(IR)

Share this Article