Ad imageAd image

Aksi Suarakan Isu Lingkungan, Mahasiswa Pecinta Alam Ingatkan Kandidat Calon Gubernur Jateng

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 927 Views
2 Min Read

INDORAYA – Mahasiswa pecinta alam Jawa Tengah (Jateng) menggelar aksi menyuarakan isu lingkungan meperingati Hari Lingkungan Sedunia. Aksi ini digelar di bundaran Tugu Muda Kota Semarang, Rabu (5/6/2024).

Adapun maksud dari aksi tersebut yaitu memberikan pesan kepada para kandidat calon gubernur yang akan berkontestasi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)
2024 bahwa masalah lingkungan di Jateng perlu mendapat perhatian.

Sekitar pukul 16:00 WIB, Mawapala Jateng dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jateng mulai memenuhi Tugu Muda Kota Semarang. Mereka membawa poster dan atribut aksi lain sebagai bentuk peringatan pentingnya menjaga lingkungan hidup.

BACA JUGA:   Sering Macet, Perbaikan Jalur Pantura Pati-Rembang Ditarget Rampung 15 Desember

Mahasiswa Mapala UIN Walisongo Semarang, Rizki Ariyandin mengatakan, slogan aksi kali ini yaitu ‘Pesan Ekologis untuk Para Calon Pemimpin’. Ini diambil berdasarkan keresahan para pegiat isu lingkungan.

“Kita inisiasi dari mahasiswa pecinta alam Jawa Tengah. Karena kita sering berkegiatan di alam, tahu bagaimana kondisi alam, kita menyampaikan keresahan-keresahannya,” kata dia.

Sementara Staf Advokasi Walhi Jateng, Iqbal Alma membenarkan bahwa Jateng memang telah mengalami bencana ekologis dan kondisinya makin masif.

“Banjir ini (di Jateng) tidak datang secara tiba-tiba,” katanya.

BACA JUGA:   Gelar Workshop Peliputan Pemilu 2024, Pekerja Media Diingatkan Jaga Netralitas dan Kualitas

Menurutnya, ada beberapa faktor yang mengakibatkan banjir, salah satunya alih fungsi lahan untuk perindustrian di wilayah atas sehingga berkurangnya daerah resapan.

Dengan masalah ini, menurutnya, butuh sikap keseriusan dari para pemimpin untuk memperbaiki dan menjaga kelestarian lingkungan.

Apalagi mendekati kontestasi Pilkada Jateng 2024, pihaknya meminta kepada para calon pemimpin untuk mendengarkan suara rakyat dalam hal perhatian alam.

“Maksud kita, pemerintah (yang terpilih nanti) harus tetap bijak dan adil dalam pengelolan lingkungan,” tandasnya.

 

Share this Article