Ad imageAd image

Aksi Kamisan di Semarang, Massa Pasang Foto Anies, Prabowo, Ganjar Beserta Spanduk “Kami Golput”

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 834 Views
3 Min Read
Aksi Kamisan Semarang menggelar aksi memperingati 17 Tahun Aksi Kamisan di depan Gedung Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Kota Semarang, Kamis (18/1/2024). (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Bertepatan dengan peringatan 17 tahun Aksi Kamisan pada hari ini Kamis (18/1/204), puluhan massa Aksi Kamisan Semarang menggelar aksi di depan Gedung Gubernur dan DPRD Provinsi Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Kota Semarang.

Massa mulai berkumpul pada pukul 15.30 WIB dengan mengenakan pakaian, payung, dan atribut yang didominasi warna hitam. Aksi Kamisan Semarang mengangkat tema “Pelanggaran HAM Terus Subur Demokrasi Hancur Lebur”.

Dalam aksi ini, massa juga memasang foto ketiga calon presiden yang berkontestasi dalam Pilpres 2024. Yaitu Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo. Foto ketiga capres itu dipasang di pagar Gedung DPRD Jateng.

BACA JUGA:   Prabowo-Gibran Unggul di 12 Kecamatan Kota Semarang, Hendi: Pertempuran Tak Mudah Meski Sudah Berjuang Maksimal

Bahkan massa memberi gambar dua tanduk di atas kepala ketiga kandidat capres dalam foto tersebut. Selain itu massa aksi juga memasang spanduk bertuliskan “Kami Golput” yang mana ini menunjukkan sikap pada Pemilu 2024.

Koordinator Aksi Kamisan Semarang Adetya Pramandira mengatakan bahwa tagline “Kami Golput” merupakan bentuk kekecewaan terhadap dinamika politik dalam Pemilu 2024 kali ini. Ia kecewa karena suara anak muda terus dijadikan komoditas politik.

“Golput itu gak papa karena anak muda itu kalau momen Pemilu selalu dicari-cari suaranya, dibawa kemanapun, seolah olah anak muda masuk dalam gerbong-gerbong ini,” katanya di depan Gedung Gubernur Jateng, Kamis (18/1/2024).

BACA JUGA:   Main di Laga Kandang, PSIS Semarang Yakin Bisa Kalahkan Juara Bertahan PSM Makassar

Dia menegaskan bahwa anak muda yang tergabung dalam Aksi Kamisan Semarang tetap menjadi oposisi permanen yang selalu kritis atas kebijakan pemerintah, termasuk ketiga calon presiden yang saat ini diusung.

“Tapi kawan-kawan muda Aksi Kamisan meyakini bahwa kami adalah oposisi permanen mau darimana pun calon dan parpol model apapun, ya mereka penguasa-penguasa yang ada cukong-cukong di belakangnya,” kata Dera, sapaan akrabnya.

Sehingga menurutnya, golput atau tidak memilih dalam Pemilu 2024 menjadi sikap dan pilihan yang diambil. Ini juga sudah dilakukan dalam Pemilu 2019 kemarin.

“Kami meyakini bahwa golput adalah pilihan. Kami membawa tagline itu sejak kemarin (Pemilu 2019) dan kami bawa hingga hari ini. Apalagi saat ini adanya politik dinasti dan lain lain,” tegas Dera.

BACA JUGA:   Banjir Semarang di Pergantian Tahun 2023, Camat Genuk: Ini Memang Paling Parah

Pihaknya juga tidak sepakat dengan cara berpikir yang menganggap bahwa Pemilu adalah ajang untuk memilih pemimpin buruk di antara yang paling buruk. Dia juga khawatir dengan kondisi demokrasi saat ini.

“Bagi kami itu bukan solusi karena paslon-paslon itu siapa pengusung mereka, punya kepentingan apa mereka. Sama saja bagi kami,” ujar dia.

“Kekhawatiran kami sangat besar tapi kami pikir selama kawan-kawan masih bersolidaritas semacam ini itu bukan sesuatu yang perlu kami khawatirkan,” tegas Dera.

Share this Article
Leave a comment