Ad imageAd image

Akibat Kemarau, 18 Kecamatan di Lebak Banten Krisis Air Bersih

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 957 Views
1 Min Read
Ilustrasi air bersih (Istimewa)

INDORAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten mengatakan sebanyak 18 kecamatan di Lebak yang tersebar di 23 desa mengalami krisis air bersih akibat kemarau yang terjadi.

Adapun 18 kecamatan tersebut, yakni Warunggunung, Leuwidamar, Panggarangan, Cihara, Wanasalam, Bayah, Cibeber, Muncang, Sajira, Cipanas, Curugbitung, Cimarga, Kalanganyar, Cikulur, Gunungkencana, Banjarsari, Wanasalam, dan Maja.

“Krisis air bersih dialami warga setelah sumur bawah tanah dan sumber mata air mengalami kekeringan. Kami sejak dua pekan terakhir ini sudah mendistribusikan air bersih sebanyak 128.200 liter,” kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, di Lebak, Sabtu (26/8/2023).

Sejumlah warga kini memanfaatkan air aliran sungai, irigasi dan kolam, yang kondisinya tidak layak untuk keperluan mandi cuci dan kakus ( MCK), karena sudah keruh dan berwarna. BPBD Lebak menyiapkan tiga unit kendaraan tangki dengan kapasitas 6.000 liter/tangki.

Febby mengaku khawatir krisis air bersih ini akan menimbulkan berbagai penyakit.

“Kami mengkhawatirkan krisis air bersih itu menimbulkan berbagai penyakit menular yang membahayakan bagi kesehatan manusia Kemungkinan kekeringan ini meuas karena hingga kini kemarau masih berlangsung dan belum terjadi hujan,” katanya.

Feby berharap warga segera melapor jika mengalami kekeringan untuk mendapatkan bantuan pasokan air bersih.

 

Share this Article