INDORAYA – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,4 persen pada 2026 melalui penguatan sektor riil, percepatan investasi, serta pelaksanaan sejumlah program prioritas berskala besar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa arah kebijakan ekonomi difokuskan untuk memperkuat kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi nasional.
“Untuk mendukung kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi menuju Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera. Anggaran negara akan fokus pada delapan program prioritas utama,” ujar Airlangga saat Business Outlook 2026 oleh IBC di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menyiapkan alokasi anggaran besar di berbagai sektor strategis. Di antaranya, keamanan pangan sebesar Rp164,4 triliun dan keamanan energi sebesar Rp402,4 triliun. Selain itu, program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) disiapkan dengan anggaran Rp335 triliun.
Airlangga menekankan bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja, dengan potensi mencapai sekitar 3 juta tenaga kerja dalam satu tahun.
“Jadi jika asumsi kami bahwa 1% menciptakan 400.000 lapangan kerja atau 3 juta lapangan kerja dapat dikonversi menjadi 7 atau 8%. Jika kami diskon 50%, setidaknya 3 hingga 4% pertumbuhan. Dan efek multiplier, kami harap ini dapat merangsang ekonomi lokal dan regional,” ucap Airlangga.
Selain sektor pangan dan energi, pemerintah juga mengalokasikan Rp757,8 triliun untuk pendidikan serta Rp244 triliun untuk kesehatan. Upaya penguatan ekonomi kerakyatan turut dilakukan melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta Koperasi Desa Merah Putih, dengan anggaran Rp181,8 triliun dan proyeksi 1,5 juta lapangan kerja baru.
Pemerintah juga mendorong percepatan investasi dan perdagangan global dengan dukungan anggaran Rp57,7 triliun. Sementara itu, pembiayaan UMKM diperkuat melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Yang pada tahun 2025, kami distribusikan hampir 96% atau Rp270 triliun, dan pada 2026 akan ditingkatkan menjadi Rp 320 triliun,” kata Airlangga.
Di sektor hilirisasi, pemerintah menargetkan investasi mencapai Rp618 triliun hingga 2040 dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar Rp235 miliar. Melalui sektor ini, diperkirakan sekitar 3 juta tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung, akan tercipta.


