Ad imageAd image

AHY Bahas Pentingnya Air Bersih di WWF, Begini Komentar Mas Wawan

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 829 Views
3 Min Read
Ady Setiawan saat menghadiri acara World Water Forum ke-10 di Nusa Dua Bali. (Foto : Dokumen untuk Indoraya)

INDORAYA – Menteri Agraria dan dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hadir sebagai pembicara World Water Forum ke-10 di Bali, pada Rabu (22/5/2024).

Pada kesempatan tersebut, AHY membahas pentingnya manajemen air bersih bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Menurutnya, ada tiga prinsip dalam rangka mendukung tema besar World Water Forum ke-10 tahun 2024 di Nusa Dua Bali ini, yakni “Water For Shared Prosperity”.

Pertama, harus mengedepankan bahwa manajemen air khususnya manajemen air bersih ini harus ditujukan pada penguatan kesejahteraan dan kemakmuran. Selanjutnya, Kedua, bagaimana memiliki fair accessibility, akses yang juga berkeadilan untuk semua.

“Dan terkahir, sustainability atau keberlanjutan,” ucap AHY saat menjadi pembicara dalam acara tersebut.

BACA JUGA:   BMKG Tekankan Pentingnya Pembentukan Aliansi Ketahanan Air dan Iklim Global

Terkait pemaparan AHY ketika menjadi pembicara itu, Doktor hukum dan manajemen air minum, yang pernah menulis buku rekonstruksi tanggung jawab pemerintah daerah dalam pelayanan air minum, Dr. Dr. Ir. H. Ady Setiawan, SH, MH, MM, MT, sependapat dengan gagasan Menteri ATR/BPN, AHY.

Mas Wawan, sapaan akrabnya itu menyebut, setidaknya ada 3 prinsip pelayanan air minum, yakni; pertama, water (air) adalah barang yang langka dan mudah berubah, kedua, pelayanan air minum harus berkeadilan Pancasila.

Dan ketiga, perlu standarisasi penyusunan Jastrada air minum, NSPK pelayanan air minum dan perlu pembentukan lembaga dewan air minum nasional.

Kedua, bagaimana memiliki fair accessibility, akses yang juga berkeadilan untuk semua dan ketiga, sustainability atau keberlanjutan.

BACA JUGA:   Jokowi Sebut Kelangkaan Air Bisa Picu Perang Dunia di World Water Forum

Selain itu, perlu standarisasi penyusunan Jastrada air minum, NSPK pelayanan air minum dan perlu pembentukan lembaga dewan air minum nasional.

“Air minum juga harus berkembang dari hanya pelayanan berbasis kearifan lokal atau sumber daya lokal harus mulai bergeser menjadi aliansi regional dan role model. Perusaan Daerah Air Minum (PDAM) yang kurang sehat harus berani merger dan aliansi dengan PDAM yang sehat atau memiliki role model manajemen yang baik,” ucapnya melalui keterangan resminya yang diterima Indoraya, Jumat (24/5/2024).

Direktur Utama PDAM Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu itu juga mendukung gagasan Menteri ATR/BPN, AHY agar PDAM segera bertransformasi menjadi perusahaan yang menerapkan prinsip korporasi pelayanan atau Quasi Private goods.

BACA JUGA:   Nasdem Minta AHY Maju di Pilpres 2024, Tapi Ada Syaratnya

“Selanjutnya, Kedua, bagaimana memiliki fair accessibility, akses yang juga berkeadilan untuk semua dan ketiga, sustainability atau keberlanjutan. layanan yang inovatif yang mampu mencapai cakupan pelayanan yang paripurna,” paparnya.

Ketika ditanya terkait krisis air bersih yang ada di Kota Semarang, Mas Wawan yang kini digadang-gadang menjadi Wakil Wali Kota Semarang memberikan solusi. Yakni melalui program Sabuk Semarang akan menyelesaikan permasalahan air terkait banjir maupun akses air bersih.

“Perlu akselerasi function floowing dan SPAM Semarang Barat agar bisa segera terealisasi. Serta untuk Timur mendorong dan membantu segera pembangunan Waduk Jragung,” pungkas pakar manajemen air minum yang menjadi dosen tidak tetap kebijakan publik Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS ) Surabaya.

Share this Article