Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Ahmad Yani dan Adi Soemarmo Turun Status Jadi Bandara Domestik, Berpotensi Rugikan Wisata Perhotelan
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
EkonomiSemarang

Ahmad Yani dan Adi Soemarmo Turun Status Jadi Bandara Domestik, Berpotensi Rugikan Wisata Perhotelan

By Athok Mahfud
Jumat, 03 Mei 2024
Share
3 Min Read
Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. (Foto: Bandara Ahmad Yani)
SHARE

INDORAYA – Keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menurunkan status dua bandara besar di Jawa Tengah (Jateng) dari internasional menjadi domestik bakal membuat rugi para pengusaha hotel dan restoran.

Pasalnya, hal ini bakal menutup pintu akses wisatawan asing yang ingin berkunjung ke Jateng melalui jalur udara di Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Adi Soemarmo Boyolali.

Pembina Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jateng, Benk Mintosih, mengaku kecewa status Bandara Ahmad Yani dan Adi Soemarmo diturunkan ke level domestik. Padahal sebelumnya, pihaknya telah meminta penambahan jalur penerbangan di dua bandara tersebut.

“Kita minta tambahan flight, malah yang dikabulkan dihapus. Dan ini tentunya jelas merugikan. Bakal tidak menguntungkan pelaku perhotelan, khususnya pariwisata,” katanya saat dihubungi, Jumat (3/5/2024).

Terkait penambahan flight yang diminta, Benk mengaku kala itu pemerintah belum bisa mengabulkan lantaran kurangnya peminat dari luar negeri menuju bandara Internasional di Jateng.

Padahal menurutnya, penambahan flight ini bisa menjadi pemantik agar wisatawan tahu bahwa akses menuju Jateng sudah mudah sehingga bisa membuka rute-rute penerbangan luar negeri lainnya.

“Itu kan proses. Adanya flight baru tujuanya juga untuk pancingan, harusnya berani disubsidi dulu di awal. Ketika sudah tertarik baru akan datang sendiri. Maka saya rasa keputusan ini sepertinya belum diteliti dengan matang,” ungkap Benk.

Pihaknya berharap peralihan status bandara internasional ke domestik untuk dua bandara tersebut hanya berlaku sementara atau bisa dibatalkan.

Oleh karena itu, hasil koordinasi dengan organisasinya di pusat, PHRI sepakat melayangkan surat keberatan kepada Kementerian Perhubungan atas keputusan tersebut.

“Mohon ditinjau lagi, karena harapan kami bisa kembali lagi ke internasional. Apalagi ketika akomodasi sudah dibetulkan, wisata ditingkatkan, pemandu wisata dan SDM disiapkan,” kata dia.

“Pemerintah harusnya mendukung, menyemangati, kurangnya apa ditambah bukan malah dihilangkan. Karena namanya pariwisata, salah satunya kan ada bandara internasional,” imbuh Benk.

Di samping itu, dia menilai bahwa keputusan mengubah status dua bandara internasional ke domestik ini tidak selaras dengan kampanye pariwisata yang selama ini digaungkan. Yakni membuat pariwisata lokal unggul di mata dunia.

“Jadi intinya, mudah-mudahan ini belum jadi keputusan final. Apalagi selama ini wisatawan asing di PHRI masih kurang dan belum terasa,” tandas Benk.

TAGGED:Bandara Ahmad Yani SemarangKeputusan Kementerian Perhubungan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Gubernur Jateng: Tidak Boleh Ada Penambangan di Kawasan Gunung Slamet Sabtu, 06 Des 2025
  • Cerita Warga Semarang Hobi Berburu Tanda Tangan, Koleksi 1.500 Kartu dan 300 Jersey Pemain Sabtu, 06 Des 2025
  • Pemprov Jateng Siapkan Mekanisme Pidana Kerja Sosial untuk Terpidana Hukuman Ringan Sabtu, 06 Des 2025
  • Gubernur Luthfi Bakal Gelar Dialog Rutin dengan Perantau Jateng di Jabodetabek Sabtu, 06 Des 2025
  • LSSFF 2025 Jadikan Lawang Sewu Sebagai Ruang Kreatif Milenial Semarang Sabtu, 06 Des 2025
  • Berdayakan Ekonomi Umat di Jateng, Baznas RI Luncurkan ZCoffee, BMM, dan 1.300 Zmart Sabtu, 06 Des 2025
  • Anggota DPD RI Desak Polisi Jadikan AKBP Basuki Tersangka di Kasus Kematian Dosen Untag Semarang Sabtu, 06 Des 2025

Berita Lainnya

Semarang

Cerita Warga Semarang Hobi Berburu Tanda Tangan, Koleksi 1.500 Kartu dan 300 Jersey Pemain

Sabtu, 06 Des 2025
Semarang

LSSFF 2025 Jadikan Lawang Sewu Sebagai Ruang Kreatif Milenial Semarang

Sabtu, 06 Des 2025
Semarang

Christmas Tree Lighting Hotel Ciputra Semarang Hadirkan Kehangatan dan Cinta

Sabtu, 06 Des 2025
Semarang

Peduli Korban Bencana Sumatera, Kader HMI Walisongo Semarang Aksi Galang Dana

Sabtu, 06 Des 2025
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?