Ad imageAd image

ADO Jateng Anggap THR Lebaran bagi Driver Ojol Hanya Angin Kosong

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 818 Views
3 Min Read
Suasana para pengemudi ojek online di depan Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang. (Foto: Dok. Pemprov Jateng)

INDORAYA – Asosiasi Driver Online (ADO) Jawa Tengah (Jateng) menganggap imbauan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kepada penyedia layanan transportasi untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran tahun 2024 bagi pengemudi ojek online hanya sebatas angin kosong.

Sekretaris ADO Jateng Astrid Jovanca menilai, kemungkinan THR yang diberikan aplikator hanya insentif atau bonus tambahan seperti tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya status driver ojek online bukanlah pekerja tetap, melainkan hubungan kemitraan.

Sehingga perhitungan dan nominal THR yang diberikan tentu tidak seperti para karyawan tetap perusahaan. Astrid justru ingin bertanya, THR Lebaran seperti apa yang dimaksud oleh Kemnaker tersebut.

“Itu cuma statment yang kasih angin-angin kosong, paling THR yang dimaksud ya gitu-gitu doang, tambahan pendapatan di hari spesial (Lebaran), H-1 sampai H+1 sama kaya tahun sebelumnya. Misalnya kita mengerjakan sekian order dapat tambahan sekian,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (20/3/2024).

BACA JUGA:   Polda Jateng Benarkan Kejadian Pertengkaran Gus Nur dengan Bambang Tri di Rutan Polda Jateng

Jika THR yang dimaksud ialah insentif atau tambahan penghasilan seperti pada tahun-tahun lalu, bagi Astrid, hal itu sama saja dengan kebohongan.

“Sudah berjalan sebelumnya tahun 2017 2018, memang selalu ada (di hari Lebaran), cuma permasalahannya kalau mengandalkan bonus itu ya sama aja bohong, kita dapatnnya malah jauh dari bonus yang dikasih,” ungkap dia.

“Kalau THR yang kaya dibayangkan (pekerja tetap) kayaknya gak mungkin, THR paling cuma tambahan gitu-gitu saja, jadi di hari spesial tarifnya sekian, bonusnya tambahan sekian,” imbuh Astrid.

BACA JUGA:   Investor Pasar Modal di Jateng Capai 562.805, Didominasi Generasi Milenial

Pihaknya mengaku belum tahu seperti apa ketentuan dan teknis pencairan THR Lebaran bagi driver ojol seperti yang dimaksud Kemnaker. Dia tidak ingin kawan-kawannya para pengemudi ojek online di Jawa Tengah diberi harapan palsu.

“Hanya ingin memberikan angin segar atau PHP (pemberi harapan palsu) atau seperti apa saya gak tahu. Kami dari ADO Jateng kalau memang dapat bersyukur sekali terima kasih. Kalau tidak jangan memberikan statmen yang akhirnya membikin pro dan kontra di bawah,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Indah Anggoro Putri meminta penyedia layanan transportasi online seperti Gojek dan Grab memberikan THR untuk mitra driver ojek online (ojol).

BACA JUGA:   Pemprov Jateng Terus Galakkan Program Satu OPD Satu Desa Dampingan untuk Atasi Kemiskinan

Menurutnya, meski ojol bekerja sebagai mitra dan bukan karyawan tetap, tetapi statusnya masuk dalam kategori Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Untuk itu, driver ojol juga berhak mendapatkan THR dari perusahaan transportasi online tempat mereka bekerja.

Namun, terbaru, Kemenaker mengklarifikasi bahwa pembayaran THR kepada driver ojol hanya bersifat imbauan. Pemerintah juga tidak akan mengenakan sanksi kepada aplikator transportasi online seperti Gojek, Grab, dan lainnya.

Indah mengatakan, imbauan kepada aplikator transportasi online terkait pembayaran THR sebenarnya telah disampaikan oleh Kemenaker sejak tahun lalu, tetapi tidak diumumkan secara luas kepada publik.

Share this Article
Leave a comment