Ad imageAd image

Ade Bhakti Puncaki Elektabilitas Wakil Wali Kota Semarang, Empat Kandidat Tertinggal Jauh

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 1 View
2 Min Read
FGD "Membaca Peta Politik Jelang Pilwakot Semarang 2024 Jilid 2" yang digelar Forum Media Online Kota Semarang (FOMOS) di Hotel Neo Candi Simpang Lima Semarang, Jumat (28/6/2024). (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA РSekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan memuncaki elektabilitas calon wakil wali kota pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Semarang tahun 2024 versi Indoriset Strategis.

Berdasarkan hasil survei, elektabilitas Ade Bhakti mencapai 32,2 persen atau yang paling tinggi. Sedangkan empat kandidat lain yang dijagokan maju dalam Pilkada Kota Semarang 2024 masih tertinggal jauh.

Di posisi kedua ada nama Dirut PDAM Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu, Ady Setiawan sebesar 4,8 persen. Posisi ketiga mantan Ketua PCNU Kota Semarang, KH Anasom dengan elektabilitas 4,2 persen.

Selanjutnya elektabilitas sebesar 4,0 dimiliki oleh Ketua Baznas Kota Semarang Arnaz Agung. Lalu posisi kelima ada Dewi Susilo, Dewan Pakar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Infonesia (PSMTI) dengan elektabilitas 2,9 persen.

Menurut peneliti Indoriset Strategis, Galih Pramilu Bakti, jika diberi pilihan lima nama calon wakil wali kota, Ade Bhakti menjadi yang paling banyak dipilih dalam Pilkada Kota Semarang 2024.

“Namun demikian, lebih dari separuh responden masih belum menentukan pilihan,” katanya dalam FGD “Membaca Peta Politik Jelang Pilwakot Semarang 2024 Jilid 2” yang digelar Forum Media Online Kota Semarang (FOMOS) di Hotel Neo Candi Simpang Lima Semarang, Jumat (28/6/2024).

Survei peta Pilwakot Semarang 2024 versi Indoriset Strategis ini dilakukan pada 8 hingga 14 Juni 2024. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat margin of error lebih kurang 4,08 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Adapun sampel yang diambil ialah 600 responden secara proporsional secara acak dan merata di seluruh wilayah Kota Semarang. Namun ada sampel yang tidak merespon, sehingga total responden yang dapat diwawancarai sebanyak 544 orang.

Share This Article