Ad imageAd image

Ada Oknum Camat dan Lurah yang Tidak Netral di Pemilu 2024, Sekda Semarang: Sudah Kantongi Nama

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 952 Views
2 Min Read
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Semarang. (Foto: Pemkot Semarang)

INDORAYA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Iswar Aminuddin mengatakan telah mengantongi nama-nama aparatur sipil negara (ASN) di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Dia menyebut, ada oknum camat dan lurah di wilayah kerjanya itu tidak netral lantaran menyatakan dukungan terhadap salah satu pasangan calon dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 2024.

Hal itu diungkapkan Iswar melalui Instagram pribadinya pada empat hari yang lalu atau tanggal 26 Januari 2024. Di mana, Sekda Kota Semarang saat itu sedang memberikan sambutan dalam sebuah forum yang dihadiri oleh perangkat tingkat camat dan lurah.

BACA JUGA:   Kirab Bendera Pemilu 2024 di Semarang, Gerindra Tampak Lebih Mencolok 

“Saya kemarin mendapatkan informasi. Saya sudah mendapatkan data tentang ketidaknetralan aparatur kita di lingkungan pemerintah. Mulai dari camat sampai lurah, data ini saya punya. Saya sudah mendapatkan data dari 16 kecamatan dan 177 kelurahan, semua berpihak pada salah satu calon,” ungkap Iswar.

Mendapatkan data oknum camat dan lurah terkait dugaan pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN), Sekda Kota Semarang merasa sedih.

“Sangat sedih, saya mendapatkan data ini,” ucapnya.

Iswar juga memastikan bahwa data yang diperolehnya itu valid. Sehingga dirinya mengajak kepada perwakilan kecamatan dan kelurahan yang hadir dalam forum itu untuk menyampaikan kepada camat dan lurahnya agar menghentikan sikap ketidaknetralan tersebut.

BACA JUGA:   Ratusan Personel Lantas Dikerahkan Acara Pesta Rakyat di Jalan Pahlawan Semarang

“Sampaikan pada camatmu, sampaikan pada lurahmu. Ketok! (kelihatan ) wes berhentikan (sudah hentikan). Semua upaya-upaya yang njenengan (oknum lurah dan camat) lakukan,” tegasnya.

Sekda pun kembali mengingatkan kepada ASN di lingkungan Pemkot Semarang untuk berhati-hati dan menghentikan upaya tidak netral ke salah satu calon dalam Pilpres 2024.

“Hentikan hari ini, stop upaya itu, jangan sampai kemudian dilakukan hal-hal yang berkaitan dengan upaya hukum yang lebih berat,” paparnya.

Terkait hal itu, Indoraya mencoba konfirmasi ke Sekda Kota Semarang, namun belum memberikan respon atas video yang diunggahnya.

BACA JUGA:   DPC Gerindra Kota Semarang Bagikan 370 Paket Daging Kurban
Share this Article
Leave a comment