Ad imageAd image

Ada 225 Ribu Kursi pada PPDB SMA/SMK Negeri Jateng 2024, Naik dari Tahun Lalu

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 777 Views
2 Min Read
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah. (Foto: Dok. Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) membuka sebanyak 225.230 kursi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk jenjang SMA/SMK negeri pada tahun ajaran 2024/2024.

Adapun rinciannya, untuk jenjang SMA, ada sebanyak 120.012 kuota siswa yang terdiri dari 362 sekolah dan 3.308 rombel. Pada jenjang SMK, tersedia 105.218 kuota siswa baru dengan 305 sekolah dan 2.892 rombel.

“Target Daya Tampung SMA Negeri jumlah sekolah 362, rombongan belajar (rombel) 3.308, dengan total kuota 120.012 siswa,” kata Kepala Disdikbud Jateng, Uswatun Hasanah.

BACA JUGA:   Minat Baca Warga Jateng Meningkat Pasca Covid, Pengunjung Perpusda Tiap Hari 400 Orang

“Lalu SMK Negeri jumlah sekolah 305, ada 2.892 rombel, untuk 105.218 siswa,” imbuh dia.

Jumlah kuota PPDB SMA/SMK negeri di Jateng tahun 2024 ini meningkat dari tahun sebelumnya. Tahun 2023 serapan lulusan SMP di Jateng yang diterima SMA/SMK negeri hanya 41,27 persen. Lalu pada 2024 meningkat menjadi 41,62 persen.

Dari jumlah ini, kata Uswatun, ada penambahan kuota sekitar 3.000 kursi pada PPDB tahun ajaran 2024/2025 ini. Hal ini disebabkan karena beroperasinya unit sekolah baru di Jateng.

BACA JUGA:   Kebumen Dapat Bantuan Rp107,6 Miliar Guna Mengentaskan Kemiskinan yang Masih Tinggi

“Presentase kita yang saat itu (PPDB tahun 2023/2024) 41,27 persen. Insyaallah tahun 2024 ada peningkatan 41,62 persen, jadi nambah sekitar 3000-an peserta didik baru,” tegasnya.

Menurut Uswatun, tren serapan peserta didik baru ke jenjang SMA/SMK negeri ini mengalami peningkatan setiap tahunnya. Saat ini ada sebanyak 541.073 siswa yang lulus dari SMP/MTs.

“(Idealnya) 51 persen dari lulusan SMP (diserap SMA/SMK Negeri) di tahun 2023/2024 itu ada 541.073 siswa. Jadi (serapan) belum sampai 50 persen, tapi tren-nya setiap tahun naik. Ada nambah sekolah juga, ada yang nambah rombel,” tandasnya.

BACA JUGA:   Dagangan Bersama Bulog Jateng Operasi Pasar Jaga Stabilitas Harga dan Stok Bahan Pokok Jelang Ramadan
Share this Article