Ad imageAd image

812 Ribu Warga Jateng Sudah Berkeluarga Tapi Tak Punya Rumah, Ini Solusi Pemprov

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 895 Views
3 Min Read
Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana

INDORAYA – Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 menunjukkan bahwa ada sebanyak 812.834 warga Jawa Tengah (Jateng) yang sudah berumah tangga atau berkeluarga namun belum punya rumah. Lalu bagaimana solusi dari Pemerintah Provinsi Jateng?

Melihat persoalan ini, Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana mendorong kepada Bank Jateng untuk menggenjot penyeluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Hal ini juga diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Bank Jateng dengan Badan Pengelola (BP) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) di PO Hotel, Kota Semarang, Selasa (7/5/2024) malam.

“Dari data BPS, ada sekitar 812 ribu masyarakat yang sudah berumah tangga tetapi belum memiliki rumah. Ini salah satu solusi kami membantu masyarakat untuk memiliki rumah dengan skema kredit dengan harga dan bunga murah,” kata Nana dalam keterangan tertulisnya.

BACA JUGA:   Antisipasi Kejahatan Selama Ramadan, Kemenag Jateng Minta Keamanan di Masjid/Musala Diperketat

Melalui kerja sama ini, Bank Jateng kembali mendapatkan kepercayaan menjadi salah satu penyalur dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui skema KPR Sejahtera atau perumahan subsidi.

Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan bantuan kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah. Nana juga berpesan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Bank Jateng harus dijaga dengan baik.

Selain itu, peningkatan layanan kepada masyarakat juga harus ditingkatkan. Apalagi tahun ini Bank Jateng juga memperoleh penghargaan pelayanan prima nomor dua terbaik setelah sebelumnya hanya mampu mendapatkan peringkat enam.

BACA JUGA:   Buruh Geruduk Kantor Disnakertrans Jateng, Tolak Penetapan UMK dengan PP 51/2023

“Kita berharap bisa terus menumbuhkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” beber Nana Sudjana.

Plt Direktur Utama Bank Jateng Irianto Harko Saputro mengatakan, data survei ekonomi nasional BPS tahun 2023 menyebutkan, 812.834 penduduk Jateng belum memiliki rumah. Jumlah ini didominasi pekerja formal pada rentang usia 21-40 tahun yaitu 212.271 penduduk.

“Pada tahun 2024 ini, Bank Jateng mendapatkan kuota sebesar 200 unit rumah dari BP Tapera yang sudah dapat diakses oleh seluruh masyarakat Jawa Tengah. Baik skema konvensional maupun syariah,” katanya.

Diketahui, pada tahun 2024 ini Bank Jateng juga berkontribusi membantu masyarakat Jawa Tengah dalam memenuhi kebutuhan rumah murah. Total sebanyak 1.165 unit rumah dengan total kredit atau pembiayaan sebesar Rp124,7 miliar.

BACA JUGA:   Jawa Tengah Ekspor 20 Ton Udang Beku ke Australia

“ Penyaluran kredit kepemilikan rumah subsidi (FLPP) ini bukan semata-mata bersifat bisnis, tetapi juga bernilai ibadah. Kita dapat memberikan harapan kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah dengan bunga sangat murah sebesar 5 persen per tahun,” kata dia.

Komisioner BP Tapera Heru Nugroho mengatakan, hasil assessment bank penyalur FLPP yang dilakukan pada 30 April 2024 lalu, Bank Jateng saat ini telah lolos assessment dan tetap bertahan sebagai salah satu penyalur utama FLPP.

“Penyaluran KPR Sejahtera di Provinsi Jateng pada 2023 sebanyak 15.574 unit senilai Rp 1,71 triliun, atau 6,8 persen dari total penyaluran nasional 229 ribu rumah senilai Rp26,32 triliun,” ungkap dia.

Share this Article
Leave a comment