Ad imageAd image

78 Kursi PPDB Jateng Belum Terisi, Dewan Minta Diprioritaskan Siswa Kurang Mampu

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 666 Views
2 Min Read
Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, Abdul Hamid. (Foto: Dok. Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah (Jateng) mencatat masih ada 78 kursi pada pendaftaram Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Negeri yang kosong atau belum terisi.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi E DPRD Jateng, Abdul Hamid meminta Disdikbud supaya 78 kursi kosong itu diprioritaskan untuk jalur afirmasi atau khusus siswa dari keluarga tidak mampu.

Diabmengatakan, cadangan di masing-masing sekolah harusnya menjadi prioritas untuk mengisi kekosongan 78 kursi PPDB tersebut. Oleh karenanya, ia mewanti-wanti agar tidak ada praktik titip-menitip di 78 kursi kosong tersebut.

“Terkait sisa 78 kursi PPDB kosong, ini saya harap pertama, kita masih punya cadangan di masing-masing sekolah, seharusnya jadi prioritas, jadi urutan masuk [sistem],” katanya saat dihubungi, Jumat (5/7/2024).

Hamid melanjutkan, apabila tidak ada peminat, 78 kursi itu bisa diprioritaskan kepada siswa miskin. Sehingga, Disdikbud Jateng tidak boleh membiarkan kursi-kursi itu kosong dan tidak ada pendaftarnya.

“Kalau memang tidak ada minat pendaftarnya, harapannya prioritas siswa-siswa miskin dari daerah-daerah tersebut, agar mencukupi. Jadi tak ada alasan alasan sekolah masih kosong, karena potensi disalahgunakan, harapannya bisa prioritas ke afirmasi di tekankan,” kata dia.

Terpisah, Kepala Disdikbud Jateng, Uswatun Hasanah mengeklaim, sistem PPDB Jateng 2024 telah memproteksi agar tidak ada penyalahgunaan terhadap 78 kursi kosong itu.

Sehingga, kata dia, segala tahapan proses PPDB tetap akan berjalan sesuai petunjuk teknis (Juknis) yang telah diberlakukan.

“Sistem kita sudah memproteksi. Daftar ulang harus diinput ke sistem. Data yang tidak ada dalam sistem tidak akan bisa diinputkan ke sistem,” tegas Uswatun.

Adapun 78 kursi yang belum terisi itu disebabkan karena ada beberapa SMA/SMK Negeri di Jawa Tengah yang masih kekurangan siswa. Persebarannya hingga kini masih diinventarisir oleh cabang dinas masing-masing.

Berdasarkan pendataan sementara, SMA negeri yang kekurangan siswa ialah SMAN 1 Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. Sedangkan SMK negeri tersebar di sejumlah wilayah dan saat ini sedang direkap cabang dinas.

Share this Article