Ad imageAd image

7.423 Orang Asing di Jateng Didominasi Tenaga Kerja, Kesbangpol: Belum Ada yang Meresahkan

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 856 Views
3 Min Read
Kepala Kesbangpol Jateng, Haerudin. (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Hingga kini, tercatat sebanyak 7.423 orang asing yang menetap di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan tersebar di berbagai kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, orang asing di Jateng kebanyakan bertujuan mengadu nasib menjadi tenaga kerja.

Sebanyak 3.404 warga luar negeri tercatat menjadi Tenaga Kerja Asing (TKA) di Jateng. Selain menjadi tenaga kerja, ada orang asing yang berkeluarga berjumlah 1.829 dan 727 orang berstatus sebagai mahasiswa/pelajar di berbagai instansi pendidikan.

“Ada 7.000 lebih, paling banyak dari RRC (Republik Rakyat China) dan paling banyak adalah Tenaga Kerja Asing di Jawa Tengah,” ucap Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jateng, Haerudin kepada Indoraya usai Rakor Pemantauan dan Pengawasan Orang Asing di Hotel Santika Semarang, Kamis (9/3/2023).

BACA JUGA:   Imbas Pengiriman Ratusan Anjing Ilegal, Pemprov Jateng Buat Edaran Pengawasan Peredaran Daging Anjing

Haerudin melanjutkan, 7.423 orang asing yang menetap di Jateng tersebut didominasi oleh tiga negara besar di Asia. Terbanyak dari RRC dengan total 1.496 orang. Dua negara lainnya yakni Korea Selatan 1.159 orang dan India dengan jumlah 612 orang.

Ia menjelaskan, saat ini Kesbangpol Jateng bersama Kemenhukham Kanwil Jateng, Kantor Imigrasi Jateng, dan Disnaksrtrans Jateng, terus melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap orang asing. Ini menjadi upaya untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Menurut pemantauan Kesbangpol, saat ini aktivitas dari 7.423 orang asing di Jateng belum ada yang meresahkan masyarakat lokal. Kendati di tahun 2022 lalu ada TKA ilegal asal Myanmar yang masuk ke Jateng dan langsung diterbitkan.

BACA JUGA:   Relawan Jokowi dan Gibran Bermanuver, Ganjar: Tidak Apa-apa

“Di Jawa Tengah belum ada yang meresahkan. Tapi pernah kita menemukan tenaga asing yang masuk dari jalur ilegal, kebetulan dia orang Myanmar. Itu satu kasus 2022, kebetulan dia punya istri orang Jawa Tengah, kita temukan dan langsung kita tertibkan,” ungkap Haerudin.

Untuk menjaga stabilitas, keamanan, dan ketertiban wilayah, Kesbangpol bersama lintas sektor akan terus mengawasi pergerakan ribuan orang asing di Jateng. Pengawasan menjadi hal penting supaya keberadaan orang asing tidak mengganggu masyarakat Jawa Tengah.

“Jadi kedatangan orang asing di Tanah Air, apakah dia sebagai tenaga kerja atau dia sebagai tamu VIP atau dia katakan dia sebagai artis asing yang melakukan shooting di Indonesia. Itu harus memberikan manfaat bagi Indonesia dan harus ada terjadinya stabilitas,” ucapnya.

BACA JUGA:   Berikan Wawasan ke Anak Muda, KPU Jateng Sukses Gelar Nobar Debat Keempat Cawapres

“Jadi tidak boleh kehadiran orang asing itu tidak memberikan manfaat atau mengganggu stabilitas. Maka perlu diawasi dan dipantau, jangan sampai kegiatannya itu menggagau stabilitas, tutup Haerudin.

Share this Article
Leave a comment