Ad imageAd image

6 Daerah Jateng Diterjang Banjir Imbas Cuaca Ekstem, Ratusan Orang Mengungsi

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 724 Views
3 Min Read
Banjir yang merendam jalanan di wilayah Tlogosari Kota Semarang, Kamis (14/3/2024) imbas cuaca ekstrem. (Foto: Dicari Tifani Badi/Indoraya)

INDORAYA – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Rabu (13/3/2024) membuat enam daerah di wilayah Jawa Tengah (Jateng) diterjang banjir. Bahkan ratusan orang mengungsi akibat bencana banjir tersebut.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng pada Kamis (14/3/2024) hingga pukul 07.00 WIB, enam daerah itu meliputi Kota Semarang, Kabupaten Pekalongan, Grobogan, Demak, Pati, dan Kudus.

Di Kota Semarang, banjir merendam rumah-rumah warga, sekolah, pertokoan, jalan pantura, dan jalur kereta api ke Semarang Tawang dan Poncol. Bahkan jumlah pengungsi mencapai 207 orang yang tersebar di beberapa lokasi.

Di Pekalongan, hujan lebat menyebabkan banjir bandang di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong. Akibatnya, dua orang meninggal dunia karena hanyut,  puluhan rumah warga rusak, dan sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan. Selain itu ada 61 orang yang mengungsi akibat banjir tersebut.

BACA JUGA:   KPU Apresiasi Peran Pemkot Semarang dalam Sukseskan Pemilu 2024

Kepala BPBD Jateng Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, pihaknya sudah melakukan evakuasi terhadap korban bencana di sejumlah daerah. Sejumlah personel maupun peralatan sudah disiapkan untuk mengevakuasi warga.

“Jadi SOP pertama kita adalah penyelamatan. Ini menjadi upaya utama dalam penyelamatan masyarakat. Bukan bicara harta benda, itu ditinggal dulu, masyarakat harus aman dulu,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/3/2024).

Selain evakuasi, BPBD Jateng bersama BPBD kabupaten/kota juga menyediakan tempat pengungsian, mensiagakan pompa air portable, mendirikan dapur umum, distribusi logistik permakanan ke warga terdampak, hingga kerja bakti dengan warga membersihkan puing puing pasca banjir bandang.

BACA JUGA:   Libur Imlek, Okupansi Hotel di Kota Semarang Capai 100 Persen

“Kami juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan   Pengeloalaan Sumber Daya Air (PSDA) untuk penanganan kondisi sungai,” ungkap Bergas.

Untuk banjir yang ada di Semarang, BPBD Jateng telah mendistribusikan bantuan berupa 300 kg beras, 1.200 bungkus mie instan, 384 air mineral, 200 kaleng sarden, 96 liter minyak goreng, 40 bungkus makanan siap saji, 48 kg gula pasir, 200 pack teh celup, dan 264 bungkus kopi bubuk.

Bergas mengatakan, berdasarkan pantauan yang dilakukan, banjir yang terjadi di sejumlah daerah sudah banyak yang surut, walaupun di beberapa titik masih ada genangan.

Selanjutnya dia mengimbau kepada warga yang berada di daerah yang rawan bencana banjir dan longsor untuk tetap waspada. Mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi kemungkinan masih terjadi.

BACA JUGA:   Ganjar Akan Nyoblos di TPS Dekat Rumah Ketua PDIP Kota Semarang saat Pemilu 2024

“Kalau kita tinggal  di lokasi yang rawan longsor dan banjir. Tentunya yang bisa kita lakukan adalah mengurangi kerugian pada saat kejadian bencana terjadi,” ujar Bergas.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Imam Maskur mengatakan, atas kejadian bencana banjir yang terjadi di enam daerah ini, pihaknya sudah menggerakkan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana).

“Kami juga sudah mendistribusikan bantuan logistik makanan ke sejumlah tempat pengungsian, diantaranya beras, minyak goreng, sarden, dan sebagainya,” katanya.

Bantuan logististik tersebut sudah disitribusikan ke daerah-daerah yang terkenda dampak banjir, seperti daerah Kaligawe, Tlogasari, Kota Semarang.

Share this Article
Leave a comment