Ad imageAd image

48 Orang Tewas Akibat Panas Ekstrem di Meksiko

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 889 Views
2 Min Read
Ilustrasi suhu panas. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Meksiko telah menewaskan 48 orang. Kementerian Kesehatan melaporkan suhu yang lebih panas diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari mendatang.

Ahli meteorologi mengatakan fenomena cuaca yang dikenal sebagai “kubah panas” telah memerangkap udara panas di bagian selatan Teluk Meksiko dan bagian utara Amerika Tengah, menyebabkan suhu melonjak hingga 45 derajat Celcius (113 derajat Fahrenheit) di beberapa daerah.

Antara 12 Mei dan 21 Mei, pihak berwenang mengatakan 22 orang meninggal karena penyebab terkait panas, menambah total kematian menjadi 48 orang sejak 17 Maret. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun 2022 dan 2023, gelombang panas hanya memakan korban jiwa dua hingga tiga orang.

BACA JUGA:   112 Warga Meksiko Tewas Akibat Panas Ekstrim

Suhu panas ekstrem yang terjadi di Meksiko juga menyebabkan kekeringan di beberapa wilayah, membebani jaringan listrik dan berdampak pada satwa liar, termasuk kematian 130 monyet howler karena dugaan dehidrasi.

Beberapa daerah menyaksikan protes ketika persediaan air berkurang karena curah hujan di bawah rata-rata.

Di sisi lain, Universitas Otonomi Nasional Meksiko memperkirakan suhu akan lebih panas lagi dalam 10-15 hari ke depan.

Beberapa wilayah Amerika Tengah dan Amerika Serikat bagian selatan, termasuk Texas dan Florida, juga mengalami panas ekstrem. Guatemala, Belize, El Salvador, Honduras, Republik Dominika, dan Haiti juga dilanda panas yang tidak biasa akibat fenomena meteorologi yang sama.

BACA JUGA:   112 Warga Meksiko Tewas Akibat Panas Ekstrim
Share this Article