Ad imageAd image

47 Bencana Terjadi di Jateng Awal Tahun 2024, Pemda Diminta Siaga Darurat

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 789 Views
2 Min Read
Banjir merendam kawasan Perumahan Jatisari Asri BSB Mijen, Kota Semarang, 6 Januari 2024 lalu. (Foto: Dok. Relawan)

INDORAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat sebanyak 47 kejadian bencana di awal tahun 2024. Pemerintah daerah minta siaga darurat.

Kepala BPBD Jateng Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, pada periode 1 hingga 30 Januari 2024 terdapat 47 bencana alam. Meliputi 34 kejadian cuaca ekstrem, 10 kejadian banjir, dan tiga tanah longsor.

Sejumlah daerah dengan wilayah rawan longsor terdapat di sekitar Temanggung, Wonosobo, dan Banjarnegara. Selain itu, Juga beberapa daerah yang memiliki dataran tinggi dan lapisan tanah yang labil.

BACA JUGA:   Tanggapi Wacana Prabowo Cawapres Ganjar, Gerindra Jateng: Pak Prabowo Tetap Capres, Bukan Cawapres

Sementara untuk daerah rawan banjir ada di beberapa titik seperti daerah Pantura dan sekitar daerah aliran sungai (DAS) seperti Bengawan Solo dan beberapa DAS lainnya. Terakhir, daerah yang dilanda banjir terpantau di wilayah Pati dan Purworejo.

Bergas mengatakan, bencana alam masih berpotensi terjadi, mengingat kondisi cuaca dan curah hujan yang masih tidak menentu. Pasangan prakiraan puncak musim penghujan terjadi pada bulan Januari-Februari 2024.

Melihat sifat hujan yang seperti ini, maka kewaspadaan masyarakat harus tetap ditingkatkan. Antisipasi di wilayah-wilayah rawan bencana alam seperti longsor dan banjir harus terus dilakukan.

BACA JUGA:   Tertutup Longsor, Jalan Menuju Dukuh Duplak Jepara Sudah Bisa Dilalui

“Kami harapkan dari masing-masing kabupaten/kota untuk mewaspadai potensi ancaman longsor dan banjir,” kata Bergas, dalam keterangan yang diterima Indoraya.news, Kamis (1/2/2024).

Dia meminta BPBD di masing-masing kabupaten/kota melakukan aktivasi posko siaga darurat. Termasuk kesiapan personel dan satgas yang setiap saat memantau situasi di setiap wilayah dan prakiraan cuaca dari BMKG.

“Siaga darurat itu adalah bagian daripada persiapan daerah untuk menghadapi ancaman yang sudah pasti akan hadir di depan mata,” ungkap Bergas.

Para personel diminta diminta untuk terus melakukan pantauan situasi dan perkiraan cuaca dari BMKG. Selain itu, BPBD Jateng juga mengimbau seluruh warga untuk mewaspadai potensi bencana, seiring dengan tingginya curah hujan.

BACA JUGA:   Pemprov Anggarkan Rp2,843 Triliun Bankeu untuk 35 Kabupaten/kota dan Puluhan Ribu Desa di Jateng
Share this Article
Leave a comment