Ad imageAd image

4 Kecamatan di Semarang Tak Punya SMA Negeri, Disiapkan Jalur Zonasi Khusus PPDB 2024

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 666 Views
2 Min Read
Wakil Ketua III Panitia PPDB SMA/SMK Negeri Jawa Tengah 2024, Sunarto. (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah (Jateng) mengungkapkan, ada empat kecamatan di Kota Semarang yang tidak punya SMA Negeri atau masuk dalam area black spot.

Keempat kecamatan itu Gajahmungkur, Candisari, Tugu, dan Gayamsari. Disdikbud Jateng menyiapkan jalur zonasi khusus pada PPDB 2024 ini, sehingga calon siswa baru dari empat kecamatan tersebut bisa mendaftar ke sekolah terdekat.

Wakil Ketua III Panitia PPDB Jateng 2024, Sunarto mengatakan, di empat kecamatan yang tidak punya SMA ini, pihaknya telah menyiapkan jalur zonasi khusus dengan kuota 12 persen.

“Semarang masih ada empat (kecamatan zona blank spot). Namun di Semarang hanya disediakan zonasi khusus, jadi kuota kelas jarak jauh dan onlinenya tidak disediakan,” ungkapnya di posko aduan PPDB, Kantor Disdikbud Jateng, Rabu (12/6/2024) sore.

Dia mengatakan, calon peserta didik baru yang berdomisili di Gajahmungkur bisa mendaftar di SMAN 5 Semarang, lalu yang tinggal di Candisari bisa mendaftar di SMAN 1 Semarang.

Selanjutnya calon siswa baru yang tinggal di Tugu bisa mendaftar lewat jalur zonasi khusus di SMAN 8 Semarang dan yang tinggal di Gayamsari bisa mendaftar di SMAN 11 Semarang.

Sunarto mengatakan, alasan tidak dibuka kuota kelas jarak jauh dan online di area blank spot di Semarang karena tidak ada permintaan dari pemangku kebijakan setempat. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan zonasi khusus dengan kuota 12 persen.

Kendati begitu, pihaknya menyebut ada sejumlah kecamatan di kabupaten/kota di Jateng yang masuk area blank spot mengajukan pembukaan kelas jarak jauh atau kelas virtual.

“(Kelas jauh dan online) tergantung permintaan masyakat dan pimpinan daerah di sana. Karena harus ada ruang disediakan, baik di kantor desa untuk kelas atau lainya. Namun di Jateng ada yang mengajukan seperti di Pemalang, terus virtual ada di Brebes, Boyolali,” kata Sunarto.

Lebih jauh untuk mengatasi zona blank spot Disdikbud terus mengupayakan pengadaan unit sekolah baru (USB) guna mewujudkan pemerataan pendidikan gratis,

“Maka dari itu solusi mengatasi blank spot ya mendirikan USB. Tapi kendalanya mendirikan USB ada di pembebasan lahan, penyediaan lahan yang tak mudah,” tandas Sunarto.

Share this Article