INDORAYA – Sebanyak 38.878 hektare lahan pertanian di Sumatera Utara mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah. Sebagian area tersebut bahkan mengalami gagal panen (puso).
Hingga 6 Desember, Pemprov Sumut bersama Kementerian Pertanian mencatat dari total area terdampak, 5.570 hektare di antaranya mengalami puso, dengan perkiraan kerugian mencapai Rp1,132 triliun.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, mengatakan bahwa kerja sama dengan Kementerian Pertanian merupakan bentuk upaya pemerintah dalam mengurangi dampak buruk bencana terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, sekaligus mempercepat pemulihan wilayah.
“Kolaborasi dengan Kementan ini sebagai komitmen pemerintah untuk meminimalkan dampak negatif bencana terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, serta mempercepat proses pemulihan wilayah yang terdampak,” ujarnya pada Senin (8/12/2025).
Ia menuturkan bahwa di Kabupaten Tapanuli Tengah, lahan sawah yang diterjang banjir berubah menjadi area kosong dan memerlukan waktu serta biaya besar untuk dapat digunakan kembali.
“Dukungan dari Kementan dapat berupa rehabilitasi hingga pencetakan sawah baru,” tambahnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumut, Timur Tumanggor, menjelaskan bahwa komoditas yang terdampak banjir ataupun puso meliputi padi, persemaian padi, jagung, ubi kayu, tanaman hortikultura, serta jaringan irigasi. Ia menyebutkan potensi kehilangan produksi diperkirakan mencapai 118.526 ton dengan total kerugian Rp1,132 triliun.
“Pendataan lahan sawah yang terdampak terus dilakukan. Kita berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk pengalokasian bantuan benih pascabencana untuk 1.500 hektare dari pemerintah provinsi dan 40 ribu hektare dari Kementerian Pertanian,” ucapnya.
Dari sisi kementerian, Staf Ahli Menteri Pertanian bidang Infrastruktur Pertanian, Ali Jamil, memastikan bahwa pemerintah pusat akan mendukung pemulihan sawah yang terdampak banjir dan longsor.
“Untuk benih, Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) sudah menyiapkan bantuan. Begitu pula tentang bantuan pangan sudah dikirim untuk tiga provinsi terdampak bencana, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh yang dikirim melalui jalur laut. Untuk Sumut bantuan dikirim menggunakan kapal dan akan bersandar di Pelabuhan Belawan,” jelasnya.


