Ad imageAd image

26 Ribu Pemilih di Demak Terdampak Banjir, Tak Bisa Nyoblos pada 14 Februari

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 890 Views
3 Min Read
Tim SAR gabungan sedang mengevakuasi warga di Karanganyar, Kabupaten Demak, yang terjebak banjir beberapa hari lalu. (Foto: Dok. Basarnas)

INDORAYA – KPU Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat ada sebanyak 108 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di sembilan desa di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, yang hingga saat ini kondisinya masih digenangi banjir.

Di 108 TPS itu ada 26 ribu daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024 yang sebagian besar masih mengungsi di tempat lain. Pemilih yang terdampak banjir ini dipastikan tidak bisa melakukan pencoblosan pada hari H pemungutan suara, 14 Februari 2024.

Menurut Ketua KPU Jateng, Handi Tri Ujiono, hal ini karena pemungutan suara di 103 TPS terdampak banjir rencananya ditunda atau ada Pemilu susulan. Sehingga 26 ribu pemilih di Karanganyar tidak bisa mencoblos tepat pada hari H atau 14 Februari 2024.

BACA JUGA:   Peserta Pemilu Boleh Kampanye di Kampus Asal Dapat Izin dan Tak Pakai Atribut Parpol

“Jadi yang pertama usulan penundaan Pemilu itu untuk 9 desa dari 17 desa yang ada di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. 9 desa itu TPS-nya ada 108 dan pemilih 26 ribu sekian, itu yang diuslkan untuk dilakukan penundaan,” katanya saat dihubungi Indoraya.news, Senin (12/2/2024).

Handi bilang, usulan Pemilu susulan itu datang dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Karanganyar. Untuk keputusannya masih dikaji bersama oleh KPU, Bawaslu, pemerintah daerah, serta TNI/Polri.

“Kami koordinasi dengan Bawalsu, BPBD, pemerintah daerah, kepolisian dan TNI. Untuk PPPK yang mengusulkan penundaan pemunghtan suara di tanggal 14 dan kami sudah proses, KPU Demak sudah membuat SK penundaan,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Banjir Surut, Pembelajaran di SMAN 1 Mijen Demak Kembali Normal Pekan Depan

Sementara waktu pemungutan suara susulan belum masih bisa dipastikan. Namun maksimal akan dilaaksanakan pada 24 Februari 2024 atau 10 hari setelah proses pemungutan suara.

“Artinya paling lambat tanggal 24 Februari, soal pelaksanaan kita juga tetap berkoordinasi, masih belum memutuskan waktu pemungutan susulan yang dimaksud,” ucap Handi.

Jadwal dan tempat Pemilu susulan juga mempertimbangkan kondisi TPS asal apakah masih tergenang air atau sudah surut. Jika masih banjir, ada opsi TPS akan direlokasi di tempat pengungsian.

“Karena hari perhari harus dipantau setiap TPS-nya. Kalau banjir surut dan memungkinkan, maka di TPS asal seperti yang direncanakan sebelumnya. Kalau tidak berati melakukan pemungutan suara di TPS yang direlokasi,” bebernya.

BACA JUGA:   Pemilu Susulan di Demak Bakal Digelar 24 Februari

Menurut Handi, kendala yang dihadapi yaitu pemilih yang terdampak banjir tidak mengungsi di satu lokasi khusus, bahkan ada yang di Kabupaten Kudus. Sedangkan jika ingin membuat TPS di lokasi pengungsian, pemilih dipastikan harus ada di sana.

Meski begitu, pihaknya selaku penyelenggara akan berusaha melayani masyarakat yang memiliki hak pilih. Dia memastikan 26 ribu pemilih yang terdampak banjir dapat menyalurkan hak pilihnya pada pemungutan suara susulan nanti.

“Kami tetap melayani pemilih menggunakan hak pilihnya, namun demikian kita juga harus ada koridornya, misalnya kalau ribuan pemilih mengungsi di Kabupaten Kudus, kan bermacam-macam asal TPS-nya, nanti kita akan data,” tandas Handi.

Share this Article
Leave a comment