INDORAYA – Sebanyak 23 naskah kuno hasil penelusuran dari masyarakat Kendal kini resmi didaftarkan ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal.
Informasi ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, pada Jumat (3/10/2025).
Ia menyebut, proses pendaftaran dilakukan pada 26 September 2025, melalui kerja sama dengan komunitas pegiat literasi serta masyarakat pemilik manuskrip kuno di Kendal.
Program penelusuran naskah kuno sendiri telah digagas sejak tahun 2024, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan komunitas sejarah di wilayah tersebut.
“Rangkaian kegiatan penelusuran naskah mendapatkan titik terang pada bulan Mei 2025, ketika beberapa informasi dari laporan masyarakat disampaikan,” ujar Wahyu.
Dalam kesempatan itu, Wahyu juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat, mulai dari penggiat sejarah, filolog, hingga masyarakat pemilik naskah yang telah bersedia mendaftarkan koleksi mereka.
Ia berharap, langkah ini dapat menjaga kelestarian manuskrip dan memberikan manfaat untuk masyarakat, khususnya dalam bidang sejarah dan ilmu pengetahuan.
Salah satu pemilik naskah, Galih Setyo Aji, yang memiliki manuskrip Hadinagoro di Medan Perang, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal yang positif bagi pengembangan literasi dan sejarah lokal di Kabupaten Kendal.
“Selama ini Kabupaten Kendal hanya diceritakan melalui tutur saja, sehingga masyarakat kurang mampu mengenali dan mengetahui hal yang menarik di Kabupaten Kendal. Adanya kegiatan pendaftaran naskah kuno diharapkan menambah semangat dan kebanggaan masyarakat Kendal, untuk turut membangun daerahnya,” kata Galih.
Ia juga menyampaikan rasa bahagianya karena dapat terlibat dalam kegiatan ini, yang menurutnya memiliki nilai penting dalam menumbuhkan kesadaran sejarah.
“Naskah kuno tidak hanya sebagai bukti sejarah, namun bukti kecerdasan intelektual masyarakat yang sudah ada sejak masa lampau, sehingga generasi sekarang mampu mendalami ilmu pengetahuan yang berkembang di masa sekarang,” ujarnya.


