Ad imageAd image

21 Pabrik Relokasi ke Brebes, Infrastruktur Memadai dan Upah Rendah Jadi Alasan

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 2 Views
2 Min Read
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah (Jateng), Sakina Rosellasari. (Foto: Dok. Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Sebanyak 21 perusahaan dan pabrik melakukan relokasi dan ekspansi ke Kabupaten Brebes. Alasannya infrastruktur sudah memadai, lokasi strategis, dan upah yang rendah jadi alasan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah (Jateng), Sakina Rosellasari berkata, hal ini menjadi pertimbangan bagi investor melakukan relokasi ke Brebes.

“Investasi di Jawa Tengah ini primadona, disatu sisi banyak PMA (Penanaman Modal Asing) dan PMDN melakukan ekspansi mengembangkan usahanya di Jawa Tengah,” ujarnya saat dihubungi, belum lama ini.

Dia menambahkan, untuk PMA, industri padat karya sampai saat ini masih mendominasi. Kendati demikian juga sudah ada yang bergeser ke industri baterai dan padat modal.

“PMA sekarang masih di padat karya, yang alas kaki favoritnya luar biasa,” kata Sakina.

Lebih lanjut dia menyebut sebanyak 21 perusahaan padat karya melakukan relokasi ke Kabupaten Brebes. Tidak hanya berasal dari luar daerah, tapi  juga dari luar negeri.

“Data baru-baru ini masuk ke Kabupaten Brebes 21 (perusahaan). Banyak sekali itu (di industri) alas kaki. Relokasi dan ekspansi dari Banten, Jawa Barat, dan beberapa dari negara seperti Vietnam, Bangladesh, dan lainnya,” ungkapnya.

Selain lokasi yang strategis karena bersebelahan dengan Jawa Barat, pemilihan Brebes ini juga didukung dengan infrastruktur seperti jalan tol dan juga masuk dalam Kawasan Peruntukan Industri (KPI).

“Mereka melihatnya lokasi strategis, bersebrangan dengan Jawa Barat dan ada jalan tol. Brebes memang belum ada kawasan industri, tapi masuk KPI (Kawasan peruntukan industri),” katanya.

Seperti diketahui target realisasi investasi di Jateng tahun 2024 sebanyak Rp 77,43 triliun. Hingga triwulan pertama tahun 2024 baru mencapai Rp 15 triliun. Dengan demikian ekspansi perusahaan ini turut menyumbang peningkatan investasi di Jateng.

Pemprov Jateng optimis target investasi tersebut bisa tercapai. Terlebih secara year on year (yoy) realisasi triwulan pertama tahun 2024 meningkat sebesar 19 persen dibanding triwulan pertama tahun 2023.

Share This Article