Ad imageAd image

21 April Aliansi Mahasiswa Indonesia Akan Gelar Demonstasi Penolakan Penundaan Pemilu

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 100 Views
2 Min Read
ilustrasi demonstrasi mahasiswa

INDORAYA – Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) akan menggelar kongres rakyat dan demonstrasi pada pekan depan. Mereka akan menuntut penundaan Pemilu maupun perpanjangan masa jabatan presiden. Isu ekonomi juga akan mereka usung sebagai modal demonstrasi.

Ketua BEM UI Bayu Satria Utomo menjelaskan kongres rakyat akan digelar pada 18 April dan demonstrasi akan digelar pada 21 April. Untuk lokasi dan rencana aksi spesifik, BEM UI masih merumuskannya.

“Kongres rakyat 18 April direncanakan sebagai satu rangkaian menuju 21 April. Di Kongres Rakyat, kita ingin mempertemukan seluruh elemen yakni mahasiswa, buruh, petani, LSM, akademisi, dan lain-lain untuk membahas kajian setiap elemen,” tutur Bayu, Kamis (14/4/2022).

BACA JUGA:   Lebih Murah Mana, Charge Mobil Listrik Atau Isi Pertalite?

Demonstrasi juga akan akan diikuti oleh banyak mahasiswa tidak hanya dari BEM UI, namun juga dari kampus lain dalam AMI. Bayu selaku perwakilan dari AMI menjelaskan sudah ada 100 ketua lembaga/komunitas mahasiswa yang bergabung di AMI.

Tuntutan demonstrasi adalah menolak penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden. Meski Presiden Jokowi sudah memastikan Pemilu 2024 bakal digelar sesuai rencana awal tanpa penundaan, namun BEM UI menilai tahapan pemilu tetap perlu dikawal agar benar-benar tidak ditunda.

BACA JUGA:   Bupati Kebumen Teken Perbub Pencairan THR dan Gaji ke 13

“Sejauh ini kami masih akan terus mengawal. Proses masih panjang. Masih ada forum dengan DPR yang sebentar lagi memasuki masa reses. Keberlanjutan persiapan pemilu perlu kita kawal,” kata Bayu.

Selain isu tolak penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden, BEM UI akan menyuarakan tuntutan lain ke pemerintah.

“Tidak hanya penundaan pemilu, tapi juga ketimpangan ekonomi yang membuat kenaikan harga-harga. Ada sinyal kenaikan tarif listrik dan harga Pertalite, itu juga akan kami bahas. Juga penyerangan warga sipil, konflik agraria, dan kasus Haris-Fatia,” pungkasnya.(FZ)

BACA JUGA:   Ombudsman Jawa Tengah Minta Kenaikan Tiket Masuk Candi Borobudur Dibahas Dengan DPRD
TAGGED: , ,
Share this Article