Ad imageAd image

20 Korban Keracunan di PKK Semarang Mulai Membaik, 6 Orang Dirawat di RS

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 486 Views
2 Min Read
Kapolsek Candisari Polrestabes Semarang, Iptu Handri Kristanto. (Foto: Dickri Tifani Badi/Indoraya)

INDORAYA – Kondisi 20 warga Tandang RT 06 RW 10, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), yang diduga keracunan, sudah mulai membaik.

Mereka diduga keracunan makanan mi goreng yang terjadi sesuai acara arisan PKK di wilayah tersebut.

Dari 20 warga yang dirawat, kini 14 di antaranya bahkan sudah diperbolehkan pulang setelah dirawat di rumah sakit. Hari ini, tersisa hanya 6 orang warga yang masih diopname di rumah sakit.

“Kurang lebih tinggal 6 orang yang belum pulang (dari rumah sakit),” terang Kapolsek Candisari Polrestabes Semarang Iptu Handri Kristanto.

BACA JUGA:   Mahasiswi Semarang Jadi Korban Begal Payudara Anak di Bawah Umur, Polisi Amankan Pelaku

Namun saat ini, kata Handri, kasusnya sudah tidak ditangi oleh pihaknya, melainkan sudah dialihkan ke Unit Jatanras Polrestabes Semarang.

“Kasus ditangani oleh unit 1 Jatanras,” katanya.

Kendati demikian, informasi ia terima yakni pihak katering dan korban dikabarkan sudah melakukan mediasi.

“Namun hasil mediasi kami belum tau karena anak dari katering juga sakit (keracunan),” ucapnya.

Terlebih, menurut Handri, sesuai banyaknya warga yang diduga mengalami keracunan yakni pihak katering ada itikad baik melalui komunikasi yang aktif dengan para korban. Pasalnya, pihak katering dan korban itu rumahnya di lingkungan yang sama.

BACA JUGA:   Waduh, Ada 350 Lebih Minimarket di Kota Semarang Beroperasi Tanpa Izin

“Iya tetangga itu,” kata dia.

Hal itulah yang membuat warga saat itu tidak melaporkan kejadian keracunan massal tersebut kepada pihak kepolisian.

“Makannya kenapa warga itu tidak melaporkan ke polisi karena masih satu lingkup semuanya dan sudah ada langkah mediasi itu,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua PKK RT 06/RW 10, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Ani Sulistyowati mengatakan warga yang memakan hidangan arisan tersebut sekitar 85 orang.

“Tetapi yang dirawat di rumah sakit sekitar 20 orang, dewasa dan anak,” katanya.

BACA JUGA:   Hadapi Pasar Kerja, Rektor UPGRIS: Lulusan Dibekali Sertifikat Kompetensi

Sumber penyebab keracunan massal tersebut diduga berasal dari mi goreng karena seluruh korban mengonsumsi makanan tersebut.

Share this Article