Ad imageAd image

2 Ribu Rumah Warga Jateng Rusak Imbas Bencana, Total Kerugian Rp13 Triliun

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 936 Views
2 Min Read
Rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang di Kota Semarang. (Foto: Dok. BPBD)

INDORAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng) mencatat, sebanyak 2.013 rumah warga mengalami kerusakan imbas bencana yang terjadi selama periode 1 Januari hingga 19 April 2024.

Berdasarkan laporan BPBD, total bencana yang terjadi selama kurun waktu empat bulan tersebut sebanyak 151. Terdiri dari banjir 59, tanah longsor 22, cuaca ekstrem 67, dan kebarakan 3 kejadian.

Adapun dampak dari kejadian itu, perumahan warga, fasilitas umum, kantor dan jembatan mengalami kerusakan. Total kerusakan rumah sebanyak 2.013 unit. Terdiri dari 1.625 rusak ringan, 206 rusak sedang, 181 rusak berat, dan 99.763 rumah terendam.

BACA JUGA:   Konflik Iran vs Israel Kian Panas, Pengusaha di Jateng Khawatir Sektor Industri Terganggu

“Total fasilitas rusak 413. Fasilitas pendidikan 9, fasilitas peribadatan 10, fasilitas kesehatan 4, fasilitas umum 25, pasar/kios/toko 275, bangunan lain 90,” kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Jateng, Muhamad Chomsul, saat dihubungi, Sabtu (4/5/2024).

Selain itu, bencana tersebut juga menyebabkan 22 jembatan dan 3 kantor mengalami kerusakan. Tidak hanya itu, banjir juga merendam sebanyak 40.040 hektare lahan sawah di sejumlah daerah di Pantura Jateng.

Chomsul berkata bencana yang terjadi selama 1 Januari hingga 19 April 2024 itu juga menimbulkan korban jiwa. Rinciannya, 24 orang meninggal dunia, 21 mengalami luka-luka, 72.037 mengungsi, dan 643.307 warga yang terdampak.

BACA JUGA:   Ibu di Rembang Datangi Kantor Polisi, Mengaku Bunuh Bayinya Hingga Tewas¬†

Sementara kerugian material yang ditaksir dari kejadian bencana tersebut jika diakumulasikan mencapai Rp13 trilun.

“Total bencana 2024 update 19 April 2024 151 (kejadian). Total taksiran kerusakan Rp13.179.211.500,” ungkap Chomsul.

Berdasarkan laporan BPBD Jateng, 151 kejadian bencana tersebut terdiri dari banjir 59 kejadian, tanah longsor 22, cuaca ekstrem 67, dan kebarakan gedung/permukiman 3 kejadian.

Jika dibandingkan tahun 2023 lalu, kejadian bencana kali ini mengalami penurunan. Di mana pada periode 1 Januari hingga 19 April 2023, total bencana di Jateng yaitu sebanyak 270 kejadian bencana.

BACA JUGA:   Disdikbud Jateng Dorong Pemerintah Beri Kepastian Nasib 586 Guru PPPK yang Dianulir
Share this Article
Leave a comment