INDORAYA – Upaya pencarian korban tanah longsor di Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, terus dilakukan oleh Tim SAR dan petugas gabungan.
Hingga saat ini, Jumat (21/11/2025), 18 korban masih dalam pencarian. Petugas memakai ekskavator atau alat berat dan anjing pelacak untuk mempercepat pencarian korban.
Kepala Basarnas Semarang, Budiono mengatakan, pada hari kelima kemarin, sudah ada 12 ekskavator yang dikerahkan di dua sektor yakni sektor A dan C.
Sementara di sektor B fokus pada penyodetan genangan air. Anjing K9 dan alkon pun masih digunakan untuk mencari korban yang hilang.
“Ada info dari kementrian PUPR sebanyak 6 lagi sehingga total nanti ada 18 alat berat. Semoga dengan semakin banyaknya alat berat yang dikerahkan, semakin cepat seluruh korban bisa ditemukan” kata Budiono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/11/2025).
Adapun, pada Kamis (20/11/2025) kemarin, tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas Semarang telah menemukan 7 jenazah di sektor A-C dalam sehari.
“Tim berhasil menemukan kembali korban yang tertimbun longsor sebanyak 5 jasad dan juga 2 body part sehingga ada 7 penemuan” ungkapnya.
Adapun identitas jenazah yang berhasil teridentifikasi yaitu Esiah, Karti dan Maruni. Sedangkan dua jasad dan dua bodypart belum teridentifikasi, masih menunggu hasil antemortem dari tim DVI.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng), Bergas Catursasi Penanggunan mengatakan, sudah ada kurang lebih 700 orang yang diterjunkan untuk menangani longsor di Kabupaten Banjarnegara.
“Total 10 korban meninggal dunia, 18 pencarian, 7 luka-luka, 48 rumah roboh atau hilang, 195 rumah terdampak, pengungsi ada 934 jiwa,” jelasnya.
Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang menghambat pencarian SAR, termasuk cuaca ekstrem dan masih ada potensi ancaman longsoran susulan.
“Dipicu dari hujan, terbentuknya kubangan air di wilayah longsoran, mata air yang terus mengalir. Sehingga upayanya dilakukan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca), membuat jalur buangan air kubangan, dan membuat jalur agar air dapat mengalir ke sungai,” ungkap Bergas.


