Ad imageAd image

17.644 Jiwa Jadi Korban Gempa Gresik, Kepala BNPB Kunjungi Lokasi Terdampak

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 725 Views
2 Min Read
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, melakukan kunjungan ke Gresik setelah terjadi gempa berkekuatan M 6,5 di Pulau Bawean. BNPB mencatat bahwa sebanyak 17.644 jiwa terdampak akibat gempa tersebut.

Suharyanto, bersama dengan Pj Gubernur Jawa Timur, menuju Pulau Bawean menggunakan helikopter untuk meninjau secara langsung dampak gempa dan memastikan penanganan darurat bencana berjalan dengan baik. Selain itu, Suharyanto juga memberikan bantuan simbolis dan berdialog dengan warga yang terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa pada Senin (25/03), dijadwalkan akan rapat koordinasi untuk percepatan penanganan pasca-gempa Bawean di kantor Bupati Gresik. Rapat tersebut akan dihadiri oleh Pj Gubernur Jawa Timur dan para pimpinan daerah kabupaten/kota yang terdampak gempa Bawean.

BACA JUGA:   Gelar Operasi TMC, Kepala BNPB dan Wali Kota Semarang Cek Langsung Kesiapan

Berdasarkan laporan BPBD Jawa Timur, terdapat 6.277 anak, 8.833 dewasa, dan 2.534 lansia yang menjadi pengungsi di Kabupaten Gresik pada Minggu (24/3) pukul 12.00 WIB. Selain itu, telah terjadi 238 gempa susulan dengan lokasi 132 km timur laut Tuban.

“Menyikapi hal tersebut, BPBD Kabupaten Gresik telah mendirikan posko penanganan darurat gempa bumi, yang berlokasi Desa Dekatagung, Desa Lebak dan di pendopo Kantor Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Jawa Timur,” kata Abdul, pada Minggu (24/3/2024).

Abdul menyebutkan bahwa ribuan bangunan, termasuk rumah dan fasilitas umum, mengalami kerusakan akibat gempa tersebut. Kerusakan juga terjadi di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan, Kota Surabaya, dan Kabupaten Tuban.

BACA JUGA:   Gelar Operasi TMC, Kepala BNPB dan Wali Kota Semarang Cek Langsung Kesiapan

“Jumlah rumah yang mengalami kerusakan ringan sebanyak 2.654 unit, kerusakan sedang 1.177 unit, dan kerusakan berat sebanyak 779 unit. Selain itu, terdapat 78 sekolah, 5 rumah sakit, 156 tempat ibadah, dan 8 gedung yang mengalami kerusakan,” tambah Abdul.

Share this Article
Leave a comment