INDORAYA – Program revitalisasi sekolah yang dijalankan pemerintah pusat sepanjang 2025 menelan anggaran hingga Rp16,9 triliun dan menjangkau 16.175 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Skema besar ini menjadi bagian dari upaya nasional memperbaiki kualitas infrastruktur pendidikan dasar dan menengah.
Capaian tersebut ditandai dengan peresmian gedung hasil revitalisasi satuan pendidikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti di SMP Negeri 1 Tahunan, Kabupaten Jepara, Sabtu (3/1/2026).
Dia menegaskan, revitalisasi sekolah merupakan kebijakan nasional yang dirancang untuk memastikan seluruh satuan pendidikan memiliki lingkungan belajar yang layak dan aman. Program ini menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di sektor pendidikan.
“Jangan ada sekolah yang rusak, jangan ada sekolah yang toiletnya tidak layak, dan jangan sampai ada atap sekolah yang roboh,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menjelaskan, sepanjang 2025 pemerintah merealisasikan revitalisasi terhadap 16.175 satuan pendidikan dengan anggaran Rp16,9 triliun. Di Jepara, program ini mencakup 120 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp92,34 miliar.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan, program revitalisasi di wilayahnya menjangkau sekolah negeri maupun swasta, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK hingga satuan kegiatan belajar. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut pada 2026 mengingat kebutuhan perbaikan infrastruktur sekolah masih cukup besar.
“Tahun 2025, kurang lebih ada 103 satuan pendidikan yang mendapatkan revitalisasi, dengan total anggaran sekitar Rp67 miliar,” kata Mas Wiwit, sapaan akrabnya.
Meski fokus pada pembangunan fisik, Witiarso menilai penguatan karakter peserta didik tetap menjadi agenda penting yang harus berjalan beriringan dengan perbaikan sarana prasarana.
“Karakter anak-anak bangsa juga kita persiapkan, menjadi fokus kita supaya lebih memudahkan dan lebih mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Dari sisi penerima manfaat, Kepala SMP Negeri 1 Tahunan Adi Sasono menyampaikan, sekolahnya memperoleh bantuan revitalisasi sebesar Rp720 juta dari pemerintah pusat. Dana tersebut digunakan untuk merehabilitasi empat ruang kelas dan telah diselesaikan sepenuhnya.
“Alhamdulillah, sudah kami selesaikan 100 persen, baik penganggarannya maupun program fisiknya,” terangnya.
Hasil rehabilitasi tersebut kemudian dikembangkan menjadi lima ruang kelas yang siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Sebagian sisa material bangunan juga dimanfaatkan untuk pelebaran teras masjid sekolah.
“Beberapa sisa bahan material kami gunakan untuk pelebaran teras masjid sekolah,” ujarnya.
Meski demikian, Adi mengungkapkan masih adanya keterbatasan sarana pendukung pembelajaran. Dengan jumlah 29 rombongan belajar, SMP Negeri 1 Tahunan baru memiliki satu laboratorium IPA dan dua ruang TIK, sehingga pemanfaatannya harus dilakukan secara bergantian.


