Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: 15 Ribu Warga Jateng Terkena DBD, 244 Pasien Meninggal Mayoritas Anak-anak
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

15 Ribu Warga Jateng Terkena DBD, 244 Pasien Meninggal Mayoritas Anak-anak

By Athok Mahfud
Senin, 06 Jan 2025
Share
2 Min Read
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Irma Makiah. (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat sebanyak 15.547 orang terkena penyakit berdarah dengue (DBD). Dari jumlah ini, 244 pasien DBD dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, Irma Makiah mengatakan, dari 15.547 kasus, mayoritas pasiennya ialah anak-anak. Begitu pula yang meninggal juga didominasi usia anak.

“Dari 15 ribu yang meninggal 244 pasien mayoritasnya anak-anak,” katanya saat dihubungi wartawan, Senin (6/1/2025).

Ia mengatakan, pasien paling banyak meninggal pada Triwulan I Tahun 2024. Yakni periode Januari hingga Maret ada 109 yang meninggal. Jumlah ini hampir 50 persen dari keseluruhan kasus.

Irma membeberkan mayoritas anak-anak terkena DBD karena daya tahan tubuh lebih rentan dibanding orang dewasa. Biasanya anak-anak ini juga baru pertama kali terserang DBD sehingga daya tahan tubuh mereka belum terbiasa.

“Kalau anak-anak rata-rata mungkin infeksi pertama. Jadi lebih rentan. Kalau anak-anak lebih gampang shock, DBD itu kan paling ditakuti adalah kejadian jatuh ke shock syndromenya alias DSS (Dengue Shock Syndrome),” bebernya.

Dinkes Jateng mencatat, Banyumas menempati posisi kasus DBD paling tinggi. Hal ini dikarenakan jumlah penduduknya juga paling banyak di Jateng. Setelah itu disusul Klaten dan Grobogan.

“Tahun ini (2024) paling banyak Banyumas, karena jumlah penduduk banyak. Kalau dilihat insidental hampir sama se-Jawa Tengah,” ungkap Irma.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu juga melakukan gerakan 3M, yaitu menguras, menutup, mengubur.

“Yang pertama tetap jaga imunitas tubuh, istirahat yang cukup, dan jaga asupan konsumsi,” tandas Irma.

TAGGED:DBDDinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Eks Kepala BMKG Ingatkan Banjir di Sumatra Bisa Terjadi di Jawa hingga Papua Jumat, 05 Des 2025
  • Polisi Dalami Dugaan WNA China Mabuk Tewaskan Pengendara Motor di Semarang Jumat, 05 Des 2025
  • Prabowo Rancang Kompleks Olahraga Raksasa Seluas 500 Hektar Jumat, 05 Des 2025
  • Prabowo Siapkan 200 Helikopter Baru untuk Perkuat Respons Bencana Jumat, 05 Des 2025
  • Alumnus Unnes Tewas Ditabrak WNA China, Kelurga Sedih Kenang Memori Wisuda Sang Anak Jumat, 05 Des 2025
  • Jelang Nataru, KAI dan DJKA Ramp Check Fasilitas Kereta Jumat, 05 Des 2025
  • Ayah Tiri di Pemalang Setubuhi Anak Tirinya, Terbongkar Usai Sang Bocah Menangis Jumat, 05 Des 2025

Berita Lainnya

Daerah

Ayah Tiri di Pemalang Setubuhi Anak Tirinya, Terbongkar Usai Sang Bocah Menangis

Jumat, 05 Des 2025
Jateng

Autopsi Levi Selesai, Polda Jateng Verbaliskan Temuan Dokter Forensik ke BAP

Kamis, 04 Des 2025
JatengUncategorized

Sidang Etik AKBP Basuki Memanas, Polri Putuskan Pemecatan

Kamis, 04 Des 2025
Jateng

Pelajar di Jateng Tolak Wacana 6 Hari Sekolah, Keluhkan Jadwal Semakin Padat

Kamis, 04 Des 2025
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?