Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: 14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Pendidikan

14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin

By Athok Mahfud
Selasa, 13 Jan 2026
Share
3 Min Read
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

INDORAYA – Sebanyak 14 Sekolah Rakyat di Provinsi Jawa Tengah telah beroperasi dan menampung 1.275 siswa dari keluarga miskin. Sekolah-sekolah ini menjadi bagian dari program nasional Sekolah Rakyat yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari kelompok desil 1 dan desil 2.

Keberadaan Sekolah Rakyat di Jateng merupakan bagian dari 166 Sekolah Rakyat yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto di 34 provinsi. Peresmian dipusatkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional IV Kalimantan, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur mengatakan, 14 Sekolah Rakyat yang sudah beroperasi di Jateng tersebar di 13 kabupaten/kota. Sekolah-sekolah itu merupakan sekolah rintisan yang mulai berjalan sejak Juli, Agustus, hingga September 2025.

Total 1.275 siswa yang tertampung di Sekolah Rakyat tersebut berasal dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Lokasinya antara lain berada di Pati, Banyumas, Temanggung, Wonosobo, Sragen, Jepara, Kota Semarang, Kabupaten Magelang, Surakarta, Banjarnegara, Kebumen, dan Blora.

“Alhamdulillah dari 1.275 anak itu diasramakan dan semua betah,” kata Imam Maskur di lokasi peresmian, dalam keterangan pers yang diterima.

Selain memastikan akses pendidikan, Pemprov Jateng juga menerapkan sistem asrama atau boarding school bagi seluruh siswa Sekolah Rakyat. Pola tersebut diharapkan mampu membentuk kemandirian, kedisiplinan, serta penguatan karakter bagi peserta didik.

Pemprov Jateng juga berencana memperluas cakupan Sekolah Rakyat pada 2026 dengan berkolaborasi bersama pemerintah kabupaten/kota. Setidaknya ada empat daerah yang akan menambah Sekolah Rakyat baru, yakni Cilacap, Brebes, Sukoharjo, dan Rembang, yang ditargetkan mulai menerima siswa pada tahun ajaran 2026/2027.

Lebih lanjut, Imam menjelaskan, sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, program Sekolah Rakyat tidak hanya menyasar anak-anak dari keluarga miskin, tetapi juga disertai intervensi kepada keluarga siswa.

“Jadi pemerintah tidak hanya menyekolahkan anak-anak dari keluarga miskin desil 1 dan desil 2, tetapi juga memberikan bantuan untuk memberdayakan keluarganya,” kata dia.

Bentuk intervensi tersebut meliputi perbaikan rumah tidak layak huni, fasilitasi listrik, akses air bersih dan jamban, hingga bantuan usaha ekonomi produktif bagi keluarga siswa.

“Jadi anak-anaknya di sekolahkan, keluarganya diberdayakan. Kami dari Dinsos juga akan memberikan usaha ekonomi produktif untuk membangkitkan keluarga agar bisa berdaya,” ungkap Imam.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, Sekolah Rakyat menjadi instrumen strategis dalam menekan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah. Saat ini, selain 14 Sekolah Rakyat rintisan, Pemprov Jateng juga mengelola SMK Jateng di Semarang, Pati, dan Purbalingga.

“Ini bukti hadirnya negara untuk menyejahterakan masyarakat. Tujuannya di Jawa Tengah sangat pas sekali, satu sisi kita mereduksi angka miskin ekstrem, di sisi lain mengembangkan sekolah vokasi, karena di Jawa Tengah itu kita proyeksikan investasi padat karya,” kata Luthfi beberapa waktu lalu.

Dengan skema pendidikan berasrama dan intervensi keluarga, Sekolah Rakyat di Jawa Tengah diharapkan tidak hanya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial ekonomi keluarga penerima manfaat secara berkelanjutan.

TAGGED:Berita JatengSekolah RakyatSekolah Rakyat Jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Gojek Gandeng Dinkes Semarang, Latih Driver Siap Tanggap Darurat di Jalan Minggu, 08 Feb 2026
  • Pemilu 2029 Masih Jauh, Bawaslu–DPRD Semarang Pasang Kuda-Kuda Cegah Pelanggaran Minggu, 08 Feb 2026
  • Jadi Ahli di Singapura hingga AS, Ini Rekam Jejak James Purba sebagai Ahli Kepailitan Minggu, 08 Feb 2026
  • Perkuat Rantai Pasok Ekonomi Lokal, Heri Pudyatmoko Ajak Kolaborasi Semua Pihak Minggu, 08 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko: Perlindungan Perempuan dan Anak di Jawa Tengah Harus Lebih Terintegrasi Minggu, 08 Feb 2026
  • Cegah Kekerasan, Wagub Jateng Minta Fungsi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dioptimakan Minggu, 08 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Ingatkan Pentingnya Indikator Kesejahteraan Non-Angka Makro Minggu, 08 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Sejak Beroperasi Pada 2017, Penumpang BRT Trans Jateng Capai 45 Juta Orang

Sabtu, 07 Feb 2026
Pendidikan

KKN UGM Dampingi Warga Banyuurip Rembang Olah Sampah Organik, Cegah Bau dengan Komposter Sederhana

Jumat, 06 Feb 2026
Pendidikan

SPPG Banjarnegara Bakal Gunakan Bahan Lokal untuk Menu MBG, Dongkrak Ekonomi Petani dan Peternak

Kamis, 05 Feb 2026
Pendidikan

Disdik Jateng Ungkap Puluhan Siswa SMAN 2 Kudus Keracunan MBG Sempat Trauma

Selasa, 03 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?