INDORAYA – Sebanyak 117 siswa SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan makanan akibat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan pada hari sebelumnya, Rabu (28/1/2022).
Gejala yang muncul bervariasi, mulai dari mual, diare, pusing, hingga sesak napas. Bahkan, satu hingga dua siswa dilaporkan sempat pingsan.
Dari informasi yang dihimpum, keluhan para siswa sudah muncul sejak malam hari Rabu, namun terasa lebih parah pada pagi hari Kamis (29/1/2022). Pihak sekolah segera meminta bantuan tim kesehatan untuk mengevakuasi siswa ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan terdekat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko menyampaikan, jumlah korban keracunan hingga sore ini mencapai 117 orang dan masih terus dipantau.
“Gejalanya pusing, muntah, diare, ada juga yang sesak napas. Kejadiannya itu mulai dari rumah sebelumnya, ada yang mulai pusing sejak malam,” katanya saat dikonfirmasi Indoraya.news, Kamis (29/1/2026).
Menurut Mustiko, sebagian siswa mulai merasakan keluhan sejak malam hari setelah menyantap menu MBG pada hari sebelumnya.
“Tadi ada yang sampai pingsan, satu sampai dua orang. Alhamdulillah penanganannya berjalan baik. Ambulans yang datang hingga puluhan,” imbuhnya.
Data terbaru menyebutkan total korban keracunan mencapai 117 orang, terdiri dari 30 siswa laki-laki dan 87 siswa perempuan. Hingga Kamis pagi, belum ada pengiriman menu MBG hari itu. Dugaan sementara, keracunan berasal dari lauk soto yang disajikan pada menu MBG Rabu (28/1/2022).
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyatakan pemerintah provinsi akan segera melakukan pengecekan dan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG.
“Nanti kita akan cek bagaimana penanganannya, kemudian kita evaluasi MBG-nya. Sehingga bisa diketahui permasalahannya di mana, apakah dari proses masak di hulu atau distribusinya,” ujar Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG Jateng usai menghadiri acara Misi Dagang dan Investasi Anatar Jatim-Jateng di PO Hotel, Kamis (29/1/2026).
Hingga berita ini diturunkan, kondisi para siswa terdampak terpantau stabil, dan penanganan medis terus dilakukan. Pemerintah daerah memastikan investigasi dugaan keracunan makanan ini berjalan menyeluruh.


