INDORAYA – Sebanyak 11,5 juta kendaraan diperkirakan masuk Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada saat libur Hari Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru). Motor dan mobil pribadi nantinya paling mendominasi daripada transportasi umum.
Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng, Erry Derima Ryanto mengatakan, angka ini berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Menurutnya, jumlah kendaraan yang akan masuk ke Jateng melonjak 19 persen.
“Cukup tinggi ada 19 persen atau sekitar 11,5 juta yang akan masuk ke Jateng. Dan ini nanti didominasi oleh mobil pribadi dan sepeda motor, itu yang pling tinggi di situ,” katanya kepada Indoraya melalui panggilan WhatsApp belum lama ini.
Erry melanjutkan, berdasarkan prediksi, kendaraan yang masuk Jateng pada saat libur Nataru yang melalui jalur darat bukan hanya dari Jawa Barat. Tetapi ada pula yang dari Jawa Timur.
“Yang masuk Jateng bukan hanya dari barat tapi ternyata juga dari timur. Artinya juga ada dari provinsi tetangga Jatim yang akan masuk ke Jateng. Jadi tujuan yang masuk ke Jateng masih tinggi,” imbuhnya.
Jumlah kendaraan yang akan masuk ke Jateng pun bermacam-macam dengan berbagai jalur. Misalnya mobil pribadi melalui jalan tol, juga sepeda motor dan transportasi umum melalui jalanan umum.
Lebih lanjut, Dishub Jateng sudah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi dan mengurai kemacetan pada puncak arus lalu lintas saat Natal yang diprediksi terjadi pada 23 Desember ini.
Namun menurutnya, yang paling utama yaitu keselamatan kendaraan yang mengangkut penumpang. Rump chek atau inspeksi keselamatan kendaraan di terminal menjadi upaya Dishub Jateng untuk memastikan keselamatan penumpang.
“Untuk fokusnya adalah terkait dengan keselamatan armada kendaraan. Pertama kita melakukan rump chek sudah kita mulai. Ada 16 terminal tipe A di Jateng kemudian 22 terminal tipe B,” ungkap Erry.
Tidak hanya rump chek, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan tes kesehatan kepada awak pengemudi dan penumpang. Terkait hal ini, Dishub Jateng akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng.
Lanjutnya, pemeriksaan kesehatan di sejumlah terminal di Jateng ini dilakukan untuk pengemudi angkutan umum secara sampling. Hal tersebut untuk memastikan bahwa pengemudi dan penumpang berada dalam kondisi sehat.
“Selain itu bersama dengan Dinas Sesehatan kita juga melakukan pemeriksaan kepada awak pengemudi di beberapa terminal. Misalnya Purwodadi, Bulupitu Purwokerti, kemudian terminal-terminal lain,” pungkas Erry.


