INDORAYA – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah mencatat realisasi transaksi senilai Rp1,8 miliar dalam kurun sebulan terakhir dari kemitraan dengan 104 Koperasi Desa (Kopdes) Kelurahan Merah Putih. Kemitraan ini akan diperluas, termasuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, menyatakan dari total 5.556 Kopdes di wilayah kerjanya, sebanyak 330 unit telah resmi bermitra. Dari jumlah itu, 104 di antaranya telah melakukan transaksi.
“Dari 330 yang sudah terdaftar, yang sudah bekerja sama dan ada realisasi transaksi sekitar 104. Total transaksi selama satu bulan ini Rp1,8 miliar,” ujar Sri Muniati saat dikonfurmasi, Senin (2/2/2026).
Ia menyebut kemitraan ini berpotensi berkembang, terutama untuk mendukung program pemerintah. Terlebih Kopdes Kelurahan Merah Putih (KKMP) ini akan menjadi supplier Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program MBG.
“Kami dengar KKMP ini akan menjadi supplier Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program MBG. Dalam hal ini, Bulog siap bermitra,” tegasnya.
Ia menjelaskan, saat ini sebanyak 95 Kopdes telah berperan sebagai penyalur resmi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang bersumber dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Volume penyaluran rata-rata mencapai 300 hingga 400 ton.
“Kalau beras SPHP itu total yang sudah terdaftar ada 95. Rata-rata penyalurannya sekitar 300 sampai 400 ton melalui Kopdes Kelurahan Merah Putih,” jelasnya.
Ia mengakui volume tersebut masih dapat ditingkatkan seiring dengan penguatan permodalan koperasi.
“Jumlah ini masih sangat kecil ya, karena mereka masih menghadapi persoalan modal kerja. Kami dengar ke depan akan ada dukungan, sehingga bisa lebih optimal,” tambahnya.
Lebih dari sekadar beras SPHP, Bulog Jateng juga siap memasok berbagai komoditas lain ke Kopdes Merah Putih. Pasokan meliputi beras komersial, gula pasir, serta minyak goreng, termasuk Minyakita.
“Produk Bulog itu beras SPHP dari cadangan beras pemerintah, beras komersial dan premium, kemudian gula pasir kemasan maupun karungan, serta minyak goreng, baik premium maupun Minyakita,” papar Sri Muniati.
Untuk Minyakita, Bulog mendapat penugasan khusus. Yakni memasarkan 35 persen dari kuota kebutuhan pasar dalam negeri.
“Untuk Minyakita ini Bulog mendapat penugasan untuk memasarkan 35 persen dari kuota kebutuhan pasar dalam negeri. Selain Bulog, ada juga BUMN pangan lain seperti ID Food,” pungkasnya.


