Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: 1.900 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Jateng Hanya 30 Persen Diproses Hukum
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

1.900 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Jateng Hanya 30 Persen Diproses Hukum

By Athok Mahfud
Kamis, 19 Des 2024
Share
2 Min Read
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Foto: istimewa)
SHARE

INDORAYA – Sebanyak 1.900 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Jawa Tengah (Jateng) tercatat sepanjang tahun 2024. Dari jumlah kasus ini, hanya 30 persen yang diproses hukum.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah, tren kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak cenderung mengalami penurunan.

Pada 2023, tercatat kekerasan terhadap anak 1.200 kasus, pada Januari hingga November 2024 tercatat 1.100 kasus. Untuk kekerasan terhadap perempuan di tahun 2023 mencapai 900 kasus, pada Januari hingga November 2024 mencapai 800 kasus.

Kepala DP3AKB Provinsi Jateng, Retno Sudewi mengatakan, dari kasus-kasus yang terdeteksi, hanya 20 hingga 30 persen yang sudah masuk ke ranah hukum. Sementara untuk kasus lainnya masih diupayakan bisa diselesaikan sesuai aturan hukum yang berlaku

“Semua kita tangani, supaya bisa diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujar dia di sela acara peresmian Gedung Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Jateng, Kota Semarang, Kamis (19/12/2024).

Ia bilang, berbagai upaya telah dilakukan Pemprov Jateng bersama berbagai pemangku kepentingan terkait. Antara lain organisasi-organisasi perempuan seperti TP PKK, Muslimat, Fatayat, organisasi anak, akademisi, dan sebagainya.

“Kita bersinergi dan berkolaborasi dengan beberapa mitra. Yang terpenting adalah upaya-upaya pencegahan,” ungkap Retno.

Sekretaris Daerah Jateng Sumarno mengatakan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sulit diidentifikasi. Pasalnya seringkali korban tidak berani melapor karena masih dianggap tabu. Apalagi, pelakunya didominasi orang terdekat korban.

Oleh karenanya, apabila ada korban yang berani melapor, maka penanganannya harus berhati-hati. Sehingga sarana prasarana yang disediakan di UPTD PPA juga harus bisa membuat korban merasa nyaman.

“UPTD PPA ini menjadi sarana yang sangat diperlukan karena untuk perlindungan perempuan dan anak,” ungkap Sumarno.

TAGGED:Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa TengahKasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Ratusan Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir Sumatera, Pemerintah Masih Hitung Detail Anggaran Perbaikan Jumat, 12 Des 2025
  • Santri di Blora Terbawa Arus Sungai, Tim SAR: 2 Korban Meninggal dan 3 Masih Dicari Jumat, 12 Des 2025
  • OJK Perketat Pengawasan, 117 Ribu Rekening Penipuan Dibekukan Jumat, 12 Des 2025
  • Remaja 16 Tahun Diduga Jadi Korban Pelanggaran Polisi Blora, Oknum Diselidiki Propam Kamis, 11 Des 2025
  • Semarang Siap Sambut 2,5 Juta Wisatawan Nataru, Wali Kota Agustina Gerakkan Forkopimda Kamis, 11 Des 2025
  • Regulasi UMP 2026 Tak Kunjung Rilis, Ekonom Undip: Ini Ganggu Psikologi Pasar Kamis, 11 Des 2025
  • Bawaslu Gandeng Undip Perkuat Tata Kelola Pengawasan Pemilu Mendatang Kamis, 11 Des 2025

Berita Lainnya

JatengPeristiwa

Santri di Blora Terbawa Arus Sungai, Tim SAR: 2 Korban Meninggal dan 3 Masih Dicari

Jumat, 12 Des 2025
BeritaEkonomiJateng

Regulasi UMP 2026 Tak Kunjung Rilis, Ekonom Undip: Ini Ganggu Psikologi Pasar

Kamis, 11 Des 2025
Jateng

Penopang Utama Kehidupan Masyarakat, Ketua DPRD Jateng Minta Pemprov Prioritaskan Pembangunan Pertanian

Kamis, 11 Des 2025
Jateng

Harga Bahan Pokok Naik Jelang Nataru, DPRD Minta Pemprov Jateng Waspadai Ulah Spekulan

Kamis, 11 Des 2025
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?