Ad imageAd image

1.665 Jemaah Haji Kota Semarang Siap Berangkat ke Tanah Suci

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 822 Views
2 Min Read
Ilustrasi jemaah haji beribadah di Ka'bah Masjidil Haram, Mekkah. (Foto: istimewa)

INDORAYA – Sebanyak 1.665 calon jemaah haji asal Kota Semarang siap berangkat ke Tanah Suci Mekkah pada musim haji tahun 2023. Jumlah tersebut nantinya dibagi ke dalam enam kloter keberangkatan.

“Yang berangkat sampai 1.665, terbagi 6 kloter. Mulai kloter 8 sampai 13. Satu kloter 355 orang rata-rata,” ujar Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang Ahmad Farid, kepada Indoraya.news melalui sambungan telepon, Rabu (24/5/2023).

Adapun jadwal pemberangkatan calon jamaah haji dilakukan pada 25 hingga 27 Mei 2023. Untuk hari Kamis (25/5/2023) besok, jemaah berangkat dari Gedung Islamic Center Manyaran pukul 03.00 WIB.

BACA JUGA:   Terendam Banjir, Boading Penumpang Stasiun Tawang Semarang Dialihkan

“Jemaah berangkat dari Manyaran (Islamic Center) itu besok dini hari jam 03.00 dini hari, masuk embarkasi jam 06.00 WIB,” kata Ahmad Farid.

Menjelang keberangkatan, Kemenag Kota Semarang mengimbau rombongan haji untuk menjaga kondisi kesehatan dan kebugaran tubuh. Sebisa mungkin tubuh harus fit saat menunaikan ibadah haji.

“Jemaah kondisinya harus betul-betul fit, jangan sampai posisinya lengah terhadap kesehatan. Nanti berakibat pada perjalanan jauh. Kita berharap H-2 ini jemaah recovery kesehatan,” imbuhnya.

Kemenag Kota Semarang juga mengimbau seluruh jemaah untuk menguatkan komitmen dan tujuan dalam menunaikan ibadah haji. Sehingga di dalam perjalanan maupun ibadah, jemaah memiliki kesabaran dan tidak mudah mengeluh.

BACA JUGA:   Jasa Raharja Jamin Seluruh Korban Kecelakaan KA Brantas Tabrak Truk di Semarang

Tidak kalah penting juga yakni jemaah harus bisa beradaptasi dengan iklim dan kultur yang ada di Mekaah maupun Madinah. Pasalnya kondisi cuaca dan kultur masyarakat tentu berbeda dengan di Tanah Air.

“Di sana kita harapkan harus bisa menjaga kesehatan dengan minum banyak, asupan makan bergizi, tidak hanya cukup mengendalikan pola makan dan pola ibadah,” ungkap Ahmad Farid.

Terkhusus untuk lansia maupun jemaah yang memiliki riwayat komorbid atau penyakit bawaan, Kemenag Semarang meminta jemaah untuk memprioritaskan ibadah tertentu selama di Tanah Suci.

BACA JUGA:   Rayakan¬† Isra Miraj, Hotel Ciputra Semarang Beri Beasiswa untuk 30 Anak Asuh Binaannya

“Yang punya komorbid dan lansia harus betul-betul menjaga pola ibadah karena orang tua memang banyak kendala. Jadi harus betul-betul memilih prioritas ibadah,” pungkasnya.

Share this Article