INDORAYA – Sebanyak 1.013 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Semarang telah direnovasi sepanjang 2025. Pada tahun 2026 ini, jumlah alokasi untuk perbaikan RTLH berkurang menjadi 900 unit.
Program rehabilitasi hunian tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Semarang dalam meningkatkan kualitas hidup warga, meski pada tahun ini alokasi penanganan RTLH mengalami penurunan.
Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Suyono, warga RT 03 RW 08 Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara. Rumah miliknya yang sebelumnya tidak layak huni kini telah berubah menjadi hunian yang lebih aman dan nyaman, setelah mendapatkan bantuan rehabilitasi.
“Tadinya rumah saya tidak layak huni, sekarang sudah bisa saya tempati bersama keluarga. Terima kasih Ibu Wali Kota. Bantuan ini sangat berarti,” ungkap Suyono, yang juga menjabat sebagai Ketua RT setempat.
Bantuan rehabilitasi RTLH senilai total Rp20 juta tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, dalam rangkaian kegiatan “Temu Warga Lokal” di Kecamatan Semarang Utara, Jumat (9/1/2025).
Menurut Agustina, program RTLH menjadi instrumen kebijakan penting yang tidak hanya menyentuh aspek fisik hunian, tetapi juga berdampak luas pada kesejahteraan sosial masyarakat.
“RTLH adalah bagian dari ikhtiar kami dalam pengentasan kemiskinan, pencegahan stunting, peningkatan kesehatan lingkungan, sekaligus penataan kawasan pesisir. Rumah yang layak akan berdampak langsung pada kehidupan keluarga,” tegasnya.
Agustina menjelaskan, sepanjang 2025 Pemkot Semarang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) telah menuntaskan rehabilitasi 1.013 unit RTLH yang tersebar di berbagai wilayah kota.
Sementara itu, pada tahun 2026, intervensi rehabilitasi direncanakan menyasar sekitar 900 unit rumah, atau berkurang dibanding capaian tahun sebelumnya.
Meski jumlah alokasi berkurang, Pemkot Semarang berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan program hunian layak, dengan tetap memprioritaskan warga yang tinggal di kawasan rentan dan berisiko.
Dalam kunjungan kerjanya di Semarang Utara, Agustina juga meninjau sejumlah agenda lain, mulai dari hasil betonisasi Jalan Lodan, peresmian Posyandu Minasari Bandarharjo, pengecekan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Kampung Mangut, hingga penyerahan bantuan pangan bagi nelayan Tambak Mulyo yang terdampak angin barat.
Melalui dialog langsung dalam kegiatan “Temu Warga Lokal”, Pemerintah Kota Semarang berupaya memastikan setiap program pembangunan benar-benar menyasar kebutuhan dasar masyarakat.
“Semoga bantuan RTLH ini membawa manfaat bagi masyarakat. Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga Kota Semarang yang terpaksa tinggal di hunian yang membahayakan keselamatan maupun kesehatan keluarganya,” pungkas Agustina.


